01 February 2019, 14:16 WIB

Pemerintah Resmi Mengeluarkan Sukuk Seri ST-003


Rifaldi Putra Irianto | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA

KEMENTERIAN Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Resiko (DJPPR) resmi meluncurkan instrumen investasi sukuk dengan Seri ST-003 pada Jum'at (1/2).

ST-003 menawarkan imbalan mengambang dengan imbalan minimal (floating with floor) sebesar 8,15% p.a dan mengacu pada BI 7 Days Reverse Repo Rate ditambah spread tetap 215 bps.

Imbalan mengambang dapat diartikan sebagai besaran imbalan sukuk tabungan yang akan disesuaikan dengan perubahan BI 7 Days Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali.

Imbalan minimal dapat diartikan tingkat imbalan pertama yang ditetapkan akan menjadi imbalan minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo.

Para investor ritel dipastikan sudah bisa membeli ST-003, mulai Rp1 juta-Rp3 miliar secara online melalui 13 mitra distribusi. Yakni, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan sukuk tabungan merupakan instrumen di pasar keuangan berbasis syariah, sukuk tabungan ini juga akan dipasarkan melalui online.

"Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar, jadi kami hadirkan ST-003 untuk memberikan alternatif kepada investor yang memiliki preferensi instrumen yang berbasis syariah" ucap Luky di Jakarta.

Baca juga: Mandiri Syariah Siap Jual Sukuk Tabungan ST003

Luky memastikan bahwa penerbitan ST-003 merupakan kesempatan yang manfaatnya bisa dirasakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Apalagi potensi pasar instrumental di pasar keuangan berbasis syariah, investasinya sangat besar dengan populasi masyarakat indonesia yang didominasi kaum muslim. Luky pun berharap ST-003 akan meningkatkan jumlah investor domestik.

"Kita punya potensi ritel kecil-kecil, tapi banyak. Kita bicara 260 juta populasi masyarakat Indonesia, mayoritas muslim. Kecil-kecil, tetapi luar biasa besarnya. Jadi, bagaimana caranya, kita tingkatkan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) ini, sekaligus investor domestik," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT