Studi Baru: Puasa Melindungi dari Penyakit Degeneratif


Penulis: Fathurrozak - 16 January 2019, 17:15 WIB
MI/Seno
MI/Seno

PARA peneliti menemukan bukti bahwa puasa mempengaruhi ritme sirkadian hati dan otot rangka tubuh, yang mampu memperbaiki metabolisme. Dengan demikian, bisa meningkatkan kesehatan dan memberikan perlindungan dari penyakit penuaan.

Penelitian ini dilakukan di University of California Irvine, para peneliti menemukan bukti bahwa puasa memengaruhi ritme kerja sirkadian hati dan otot rangka, dan mampu memperbaiki metabolisme, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan memberi perlindungan terhadap serangan penyakit degeneratif.

Studi ini dipublikasikan baru-baru ini dalam Cells Report. Ritme sirkadian yang beroperasi di dalam tubuh, membuat organ-organ berperan menjadi mesin pengatur waktu intrinsik, untuk menjaga homeostasis sebagai respons terhadap perubahan lingkungan.

Sementara, makanan juga diketahui mempengaruhi waktu sirkadian pada jaringan perifer. “Kami menemukan bahwa puasa mempengaruhi ritme sirkadian dan respons seluler, yang didorong puasa, secara bersama-sama bekerja mencapai regulasi gen temporal spesifik puasa,” terang Lead Author Paolo Sassone-Corsi.

Profesor Biologi-Kimia Fakultas Kedokteran UCI Donald Bren menambahkan, “Otot rangka, misalnya, tampaknya dua kali lebih responsif terhadap pengaruh puasa seperti hati.” Penelitian dilakukan pada tikus yang berpuasa selama 24 jam.

Ketika berpuasa, para peneliti mencatat tikus menunjukkan pengurangan konsumsi oksigen, rasio pertukaran pernapasan, dan pengeluaran energi. Reorganisasi regulasi gen dengan puasa dapat membuat genom berada pada keadaan yang lebih permisif untuk mengantisipasi asupan makanan yang akan datang, dengan demikian mendorong siklus ritme baru ekspresi gen. Dengan kata lain, puasa pada dasarnya mampu memprogram ulang berbagai respon seluler.

Oleh karena itu, puasa yang optimal dengan waktu yang tepat secara strategis berdampak positif dalam mempengaruhi fungsi seluler, dan pada akhirnya bermanfaat bagi kesehatan dan melindungi terhadap penyakit yang berkaitan dengan penuaan. Studi ini membuka jalan baru, yang akhirnya mengarah pada pengembangan strategi nutrisi untuk meningkatkan kesehatan pada manusia. (M-1)

BERITA TERKAIT