Parade Teater Mahasiswa UNJ


Penulis: Des/M-4 - 13 January 2019, 05:50 WIB
MI/DESPIAN NURHIDAYAT
 MI/DESPIAN NURHIDAYAT

ROMBONGAN mahasiswa tengah berbaris untuk menonton sebuah pementasan bertajuk Lara pada malam itu di Aula S Universitas negeri Jakarta (10/1). Pementasan malam itu pun merupakan sebuah pembukaan dari sederet parade pementasan teater yang dilakukan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta.

Para penonton masuk dalam kondisi gelap, sesaat kemudian pembawa acara membuka pementasan itu dengan memberikan sedikit sinopsis mengenai pementasan Lara. Ada yang berbeda dari pementasan ini, pasalnya, konsep dari pementasan ini tidak menggunakan panggung untuk mementaskan pementasan tersebut, tetapi menggunakan sudut belakang aula yang biasanya menjadi tempat duduk untuk para penonton. Lampu pun menyala dan terlihat sebuah isi rumah yang tampak sangat nyata. Konsep realis ditampilkan dengan sangat baik, pun dengan beragam properti yang menghiasi seperti lemari, meja, kursi, dinding, bingkai foto, pintu, dan jendela.

Pentas dimulai dengan sosok pria yang mengenakan peci, koko, dan sarung yang terlihat pulang beribadah. Pria ini berjalan dari belakang panggung dan terlihat dari jendela, kemudian mengetuk pintu dan disambut sang istri yang memakai pakaian sangat tertutup. Kesan keluarga yang memegang teguh ajaran agama terlihat dari awalan adegan.

Sesaat kemudian, sang istri mengambilkan minum untuk pria itu, lalu sang anak bernama Lara pun keluar dari kamarnya dengan setelan kemeja, rambut digerai, dan jauh dari kesan tertutup. Lara pun pamit untuk bekerja pada kedua orangtuanya. Setelah Lara pergi, kedua orangtuanya kemudian membicarakan mengenai pekerjaan anaknya karena ia baru berangkat kerja saat malam hari. Kecurigaan pun muncul dari diri ayahnya, tetapi sang istri mencoba untuk menampik kecurigaan tersebut.

Setelah itu, adegan pun dilanjutkan dengan kepulangan Lara dan disambut sang ibu. Lara yang terlihat lelah pun mengatakan ­ingin ganti pakaian terlebih dahulu kemudian meninggalkan tasnya di sofa. Ibunya pun pergi ke dapur untuk makan, tetapi sesaat kemudian terdengar suara dari gawai. Ibu yang penasaran pun mencari sumber suara tersebut dan rupanya berasal dari tas Lara. Ia pun melihat isi tas Lara kemudian melihat gawai tersebut. Ibunya kaget karena yang menelepon ternyata diberi nama ‘Om’. Lara pun dipanggil dan ia pun kaget dan sontak mengambil gawai tersebut dan berkata ia bisa menjelaskan hal tersebut.

Pembicaraan pun terjadi antara Lara dan ibunya. Ibunya pun berusaha untuk mengerti dan berpikiran positif dengan pekerjaan Lara. Masalah pun dimulai ketika adegan selanjutnya berlangsung. Dua sosok perempuan yang berpenampilan kaya raya pun muncul dan mengetuk pintu rumah Lara. Ayahnya yang tengah berada di ruangan itu lalu membuka pintu dan kaget melihat siapa kedua perempuan ini. Mereka berdua lalu masuk dan bergunjing mengenai sosok perempuan pengganggu rumah tangga Merry.

Mendengar hal tersebut, ayah Lara kemudian meminta untuk mereka berdua duduk dan membicara­kan siapa yang mereka maksud. Keadaan makin memburuk dengan hadirnya Lara dan ibunya. Lara kemudian diseret Merry dan Lolita kemudian dimarah-marahi di depan kedua orangtuanya. Melihat hal ­tersebut, ayahnya kemudian mengusir kedua perempuan tersebut. Adegan lalu berlalu, kemudian dari luar jendela, kedua perempuan ini membawa dua ­orang pria mengenakan jaket hitam dan mengisyaratkan untuk memberikan pelajaran ­kepada Lara.

Rahma Purwahida, selaku dosen pengampu mata kuliah apresiasi drama pun menyatakan bahwa ia merasa bangga dengan para mahasiswa yang sudah melakukan usaha sebaik mungkin untuk melakukan pementasan ini.

“Pementasan ini diambil alih dengan usaha mereka sendiri dan saya pun mengarahkan untuk membuat naskah sendiri untuk pementasan yang mereka lakukan ini,” ungkapnya.

Parade ini pun akan dilanjutkan pada 17 Januari, 7 Februari, dan 8 Februari 2019. Selain itu, kelompok teater juga turut meramaikan parade teater yang diadakan di UNJ ini, mulai Rawamangun Concept yang terdiri atas alumni Teater Zat akan melakukan pementasan pada 19 Januari 2019 di Aula S UNJ. (Des/M-4)

BERITA TERKAIT