Bangun Negeri dengan Segudang Optimisme


Penulis: Golda Eksa - 12 January 2019, 18:55 WIB
MI/RAMDANI
MI/RAMDANI

"SESULIT apa pun tantangan, sesulit apa pun hambatan, sesulit apa pun rintangan, kita harus bersama-sama membangun negara ini," pekik Joko Widodo yang disambut riuh tepuk tangan ribuan orang di Plaza Tenggara, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1) sore.

Bak gayung bersambut, ribuan orang yang sengaja datang untuk menghadiri acara Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi-Amin, itu merespons sembari mengangkat jempol tangan kanan, simbol untuk capres-cawapres nomor urut 01. "We love you Jokowi, satu periode lagi. Kami mendukungmu," teriak massa saling bersahutan.

Orasi singkat Jokowi pun seolah membakar semangat massa yang kebetulan didominasi oleh para alumnus Universitas Indonesia. Dengan nada lantang massa juga berjanji untuk berpartisipasi aktif memenangkan Jokowi.

"Jangan sampai ada yang bilang Indonesia bubar dan punah, tidak ada, tidak ada. Kita harus optimis, optimis, optimistis. Saya benar-benar jengkel dan marah untuk hal-hal seperti itu. Bagaimana (nasib) negara sebesar Indonesia ini kalau kita tidak bangun optimistisme?" sambung Jokowi.

Seorang pemimpin diakuinya haruslah figur yang memiliki pengalaman, mau belajar, dan bukan tipikal yang kerap melontarkan pernyataan pesimistis ke publik. Pemimpin yang dibutuhkan masyarakat juga tidak boleh takut menghadapi pelbagai tantangan dan hambatan.

Jokowi yang datang dengan sepeda ke atas panggung pun mengisahkan pengalamannya ketika menapaki karier politik sebagai wali kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta. Modal itu pula yang kemudian mengantarkan dirinya menjadi orang nomor satu di negeri ini.

"Karena yang namanya pemimpin itu harus memiliki pengalaman. Kalau belum memiliki pengalaman dalam pemerintahan, apalagi dalam mengelola negara yang sebesar ini, ya jangan coba-coba dong. Belum punya pengalaman tapi langsung mengelola negara butuh waktu berapa tahun, itu pertanyaan saya?," sambung dia.

Jokowi optimistis gencarnya pembangunan infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, dan jalan tol nantinya mampu membawa Indonesia bersaing dengan negara-negara di dunia. Modal infrastuktur itu pula yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan SDM secara besar-besaran.

Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Amin, Fajar Soeharto, mengatakan deklarasi yang dihadiri 10 ribu orang itu juga mendapat dukungan dari 15 perguruan tinggi top di Tanah Air, termasuk 25 komunitas dan organisasi relawan

"Hari ini kami luar biasa bahagia dan bersyukur karena telah menuntaskan sebuah kerja besar untuk menyuarakan aspirasi dan dukungan kami, alumni UI yang mendukung Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin untuk kemenangan beliau berdua di pemilu April mendatang," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT