Kapolda Jabar Pimpin Deklarasi Damai Pemilu 2019 di Cianjur


Penulis: Benny Bastiandy - 12 January 2019, 18:50 WIB
MI/Benny Bastiandy
MI/Benny Bastiandy

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, memimpin deklarasi damai Pemilihan Umum 2019 di salah satu hotel berbintang di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (12/1). Deklarasi diikuti seluruh pimpinan partai politik, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta elemen masyarakat Cianjur, yang diperkuat dengan penandatanganan komitmen.

"Intinya, pesta demokrasi harus berjalan dengan baik karena berproses setiap lima tahun sekali. Yang ingin kita sampaikan adalah lebih menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa," kata Agung kepada wartawan usai kegiatan, Sabtu.

Karena pesta demokrasi merupakan pesta rakyat, kata Agung, maka Pemilu harus disambut dengan suka cita. Bukan malah sebaliknya, Pemilu jadi ajang saling memfitnah dan saling membenci.

"Harusnya kita tanggapi dengan senang, bukan malah jadi ribut. Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) pun demikian. Oleh karena itu saya mengundang selain FKPD, ada pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk bersatu padu bahwa ini harus kita kerjakan secara bersama-sama serta harus aman, damai, dan kondusif," tegasnya.

Agung menegaskan selama ini pelaksanaan pesta demokrasi hampir di semua wilayah di Jawa Barat berjalan dengan aman dan damai. Ia mencontohkan pada Pilkada 2018 serentak. Di Jawa Barat digelar Pilgub serta di 16 kota dan kabupaten digelar Pilbup dan Pilwalkot.

"Pilkada 2018 di Jawa Barat semuanya berjalan aman, damai, dan kondusif," ujarnya.

Kondisi serupa harus bisa dijaga pada Pemilu 2019. Berbagai potensi yang bisa mengancam pelaksanaan Pemilu 2019 sudah ditangkal sejak dini. Satu di antaranya potensi penyebaran berita-berita hoaks.

"Kita sudah memiliki Satuan Tugas Siber yang selalu patroli di dunia maya. Apabila ada konten-konten yang berpotensi terjadinya konflik, ujaran kebencian, fitnah, maka kita cepat melakukan penyelidikan," kata Agung.

Apabila dalam tahapan penyelidikan polisi menemukan alat bukti cukup, kata Agung, maka akan berlanjut ke proses hukum mengacu kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Langkah itu sudah dilakukan jajaran Polda Jabar selama Pilkada 2018 serentak lalu. Polda Jabar menangani hampir 21 kasus dugaan pelanggaran UU No 11/2008.

"Sekarang yang sudah diproses ada tiga, di Bogor, di Sukabumi Kota, dan di Garut. Ini selama tahapan Pemilu 2019," tuturnya.

Agung meyakini masyarakat sekarang sudah semakin cerdas dan bijak bermedia sosial. Agung juga mengingatkan masyarakat, utamanya warganet, agar tak mempercayai begitu saya informasi yang beredar.

"Saya kira masyarakat kita semakin dewasa, semakin cerdas dalam menggunakan media sosial. Sehingga ketika mendapat informasi, mereka bertabayyun lah. Jangan langsung percaya. Dikroscek dulu. Kalau memang benar silakan. Tapi kalau nggak bener jangan di-share. Nanti ada pidana," tegasnya.

Kegiatan deklarasi damai Pemilu 2019 bersamaan juga dengan bhakti kesehatan dan sunatan gratis. Kegiatan merupakan kerja sama Polres Cianjur dengan Biddokkes dan Rumah Sakit Sartika Asih Tingkat II Polda Jabar serta Klinik Harapan Sehat.

Dalam kegiatan itu, Kapolda Jabar menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada anak yatim piatu, perwakilan peserta khitanan gratis, perwakilan lanjut usia, serta penyandang disabilitas.

Kapolda berada dua hari di wilayah hukum Polres Cianjur. Kunjungan kerjanya dimulai pada Jumat (11/1) yang diisi peninjauan kesiapan operasionalisasi RS Bhayangkara Cianjur Tingkat IV dan menyambangi sejumlah pondok pesantren untuk bersilaturahim. (OL-1)

BERITA TERKAIT