Korban Puting Beliung di Bandung Masih Bertahan di Pengungsian


Penulis: Bayu Anggoro - 12 January 2019, 12:58 WIB
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

SEBANYAK 80 korban terdampak puting beliung di Rancaekek, Kabupaten Bandung hingga Sabtu (12/1) masih mengungsi di Masjid At Taubah, Perum Rancaekek  Permai II. Wilayah mereka menjadi yang paling parah terkena amukan angin kencang tersebut yang terjadi pada Jumat (11/1) sore.

Menurut Pusdalops BPBD Jawa Barat Budi Budiman, para pengungsi berasal dari perumahan tersebut yang tempat tinggalnya mengalami rusak parah. Di Perum Rancaekek Permai II ini terdapat sekitar 300 rumah yang terdampak puting beliung.

Baca Juga: Basarnas Bandung Evakuasi Korban Puting Beliung di Rancaekek

"Yang terkena di blok C, D, dan E," katanya di Bandung. Dia tidak mengetahui sampai kapan para korban itu akan bertahan di pengungsian.

Berdasarkan pengalaman, menurutnya hal ini akan sangat bergantung kepada kontribusi pemerintah dalam membantu renovasi rumah korban. "Seperti apa pemerintah kabupaten membantu perbaikannya. Karena kalau melihat kerusakan rumah dan pengakuan korban, mereka membutuhkan bantuan untuk memperbaikinya," katanya.

Meski begitu, dia meyakini jumlah pengungsi tidak akan bertambah lagi. "Tidak, tidak akan bertambah lagi. Karena ada juga yang mengungsi ke rumah saudaranya," kata dia.

Puting beliung yang menerjang Kecamatan Rancaekek terjadi di tiga kawasan berbeda, yakni Kampung Jatisari, Kampung Papanggungan, dan Perum Rancaekek Permai. Di kampung Jatisari terdapat 15 rumah yang mengalami rusak berat.

"Di Kampung Papanggungan ada 50 rumah yang rusak ringan," katanya. Dari jumlah rumah terdampak itu, menurutnya terdapat 1 korban yang mengalami luka berat, dan 15 luka ringan. "Bantuan sudah berdatangan. Tenda dan posko sudah didirikan," katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohari mengatakan, bantuan yang sudah berdatangan di antaranya makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Pihaknya pun sudah menerjunkan petugas untuk membantu evakuasi. Meski begitu, berdasarkan kondisi di lapangan, menurut dia status kebencanaan sudah bisa dinaikkan menjadi tanggap darurat.

Saat ini statusnya masih siaga sehingga pihaknya tinggal menunggu rekomendasi dari pihak-pihak terkait untuk menaikkannya. "Akan minta kajian (tim) reaksi cepat di sana untuk meningkatkan tanggap darurat, karena di sana sudah memenuhi syarat ke tanggap darurat," katanya. (OL-7)

BERITA TERKAIT