Warga Cisolok Diminta Waspada Potensi Longsor Susulan


Penulis: Indriyani Astuti - 12 January 2019, 10:54 WIB
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Dusun Cimapag, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat untuk waspada terhadap potensi kemungkinan longsoran susulan, menyusul masih tingginya intensitas curah hujan di wilayah tersebut. Dengan kondisi curah hujan tinggi kemungkinan adanya longsor susulan.

"Sebaiknya masyarakat tetap waspada dan menjauhi daerah-daerah yang rawan longsor. Terlebih daerah ini memiliki kemiringan lereng yang terjal,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Longsor di Cisolok seperti diketahui pernah terjadi di akhir tahun lalu dan menewaskan puluhan warga.

Dwikorita mengungkapkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memetakan wilayah rentan longsor, sementara BMKG bertugas memberikan peringatan dini terkait informasi curah hujan dan cuaca ekstrim kepada BPBD setempat. Dikatakannya, dalam peta tersebut, wilayah Cisolok termasuk zona menengah dan tinggi untuk pergerakan tanah.

"Artinya daerah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,” imbuhnya.

Dwikorita juga menghimbau agar daerah rawan longsor tidak dijadikan area pemukiman warga. Tetapi dijadikan kawasan lindung. Karena itu, relokasi menjadi pilihan bagi warga setempat agar kejadian longsor tidak lagi terulang.

Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita bersama Kepala BNPB Doni Monardo dan Kepala PVMBG Kasbani melalukan penanaman tanaman vetifer (akar wangi). Tanaman tersebut bermanfaat untuk memperlambat dan menyebarkan limpasan air, mengurangi erosi tanah, mempertahankan kelembaban tanah dan memerangkap sedimen serta zat-zat kimia pertanian. (OL-7)

BERITA TERKAIT