Perban Elektronik Menyembuhkan Luka Empat Kali Lebih Cepat


Penulis: dailymail/dys/L-3 - 12 January 2019, 06:20 WIB
Sumber: dailymail/dys/L-3
Sumber: dailymail/dys/L-3

SEBUAH perban yang menghasilkan arus listrik lembut dapat membantu menyembuhkan luka empat kali lebih cepat daripada biasanya.

Inovasi ini merupakan hasil penelitian para peneliti di University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, baru-baru ini.

Ketua tim peneliti Yin Long menguji coba sebuah perangkat elektronik dengan membungkuskannya di dada tikus yang mengalami luka pada punggung.

Setiap tarikan napas tikus menghasilkan listrik yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka tikus tersebut. Aliran listrik menyebabkan sel-sel penyembuhan kulit (fibroblast) bergerak menuju daerah yang terluka lalu mendorong produksi kolagen dan sel-sel kulit baru.

Setiap tahun sekitar 5,5 juta orang di AS menderita luka fisik seperti luka kaki diabetik, ulkus tungkai, dan luka pascaoperasi, tulis para penulis dalam jurnal ACS Nano.

Stimulasi listrik untuk penyembuhan luka pertama kali dikenal pada 1960-an untuk mengurangi pembengkakan, melancarkan aliran darah, dan merangsang pertumbuhan jaringan baru. Tetapi, penggunaan aliran listrik ini hanya dapat dilakukan di rumah sakit, catat para peneliti.
Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk membuat perban elektronik (e-band) berdaya sendiri.

Mereka mengujinya pada seke-lompok tikus dengan cara menempelkan sepotong perban dengan panjang 1 cm di punggung tikus-tikus itu. Peneliti juga menempelkan pita pada punggung beberapa tikus lain, tetapi arus listrik dimatikan, kelompok ini bertindak sebagai kontrol.
Setelah dua hari, tikus-tikus yang memakai perban beraliran listrik hampir sepenuhnya sembuh, sedangkan hewan-hewan dalam kelompok kontrol masih memiliki luka-luka mereka.

Para peneliti kemudian meng-ulangi percobaan pada luka yang lebih lebar pada punggung hewan tersebut. Hasilnya, mereka menemukan e-band melakukan ‘­penutupan penuh’ pada luka dalam waktu tiga hari, sedangkan 46% luka pada hewan-hewan kontrol masih terbuka.

Tikus yang tidak menggunakan e-band butuh waktu antara 10 hari dan 12 hari untuk menyembuhkan luka sehingga berada pada tingkat kesembuhan yang sama.

E-band juga dinilai aman, karena tikus tidak menderita efek sam­ping. Tingkat aliran listrik cukup rendah, sehingga hewan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan atau tidak nyaman.

Para peneliti berharap suatu hari nanti perangkat yang sama dapat digunakan untuk mengatasi bekas cacar air, jerawat, dan rosacea (penyakit kulit menyerang wajah).

Teknologi wireless

Sebelumnya, pada 2017, peneliti dari Swansea University di Inggris telah mengembangkan sejenis perban pintar yang menggunakan teknologi wireless. Selain itu juga perban ini menggunakan teknologi 5G dan nanosensor di dalamnya.

Teknologi wireless digunakan untuk mengirim laporan mengenai luka kepada para medis dan dokter.
Nanosensor bekerja untuk mengirimkan dan memantau perkembangan luka yang tertutup perban pintar ini.

Dengan mendapatkan informasi tersebut, dokter dengan mudah dapat memonitor luka dan merekomendasikan berbagai perawatan untuk luka yang dialami tersebut. Selain itu, melalui sensor, dokter dapat memantau aktivitas pasien. (dailymail/dys/L-3)

BERITA TERKAIT