Moeldoko: Jokowi Inventarisasi Isu-Isu dalam Debat Capres-Cawapres


Penulis: Rudy Polycarpus - 11 January 2019, 22:35 WIB
ANTARA
ANTARA

MENJELANG debat calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan digelar pada 17 Januari mendatang, Joko Widodo sebagai petahana sudah menyiapkan langkah strategis guna menghadapi tahapan Pemilihan Umum Presiden tersebut.

Debat pertama tersebut akan mengangkat tema hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Karena itu, kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko menyampaikan, mereka memetakan sejumlah persoalan, terutama tema HAM.

"Sudah kita mitigasi dan internalisasi dari berbagai langkah-langkah yang elah dilakukan empat tahun ini terhadap kasus korupsi, pelanggaran HAM," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1).

Terkait isu HAM, ia menegaskan bahwa selama empat tahun ini pemerintahan Jokowi tidak memiliki rekam jejak buruk. Ia menjelaskan, pelanggaran HAM berat terjadi apabila pemerintah melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, ia menegaskan hal itu tak pernah terjadi di masa pemerintahan Jokowi.

"Pelanggaran HAM berat itu terjadi apabila ada abuse of power, terus ada genoside tersistem. Nggak ada itu terjadi," tandas Kepala Staf Presiden (KSP) itu.

Terkait penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Moeldoko menyatakan peristiwa tersebut kriminal murni.

"Dalam konteks ini kriminal murni. Hanya, persoalannya siapa pelakunya, itu yang jadi persoalan, yang belum ditemukan," imbuhnya.

Terkait pelanggaran berat HAM masa lalu, ia menyebut pengusutan itu sulit dilakukan karena pencarian bukti yang sulit. Selain persoalan bukti, Moeldoko menyampaikan tentang sulitnya memperoleh keterangan saksi karena kasus tersebut sudah terjadi puluhan tahun silam.

"Karena ini sebuah residu, maka tidak mudah bagi Kejaksaan Agung saat ini untuk mengumpulkan bukti-bukti yang terserak sekian lama itu. Ini kendala-kendala itu harus dipahami," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT