Andien Begitu Mencintai Wastra Nusantara


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 11 January 2019, 23:30 WIB
MI/SUMARYANTO
MI/SUMARYANTO

PENYANYI Andien (33) begitu mencintai kain tradisional Nusantara atau wastra. Oleh karena itu, setiap pergi ke daerah untuk pentas ataupun berlibur, ia sebisa mungkin menyempatkan waktu memburu kain tradisional setempat.

Ia memiliki cerita unik mengenai kecintaannya tersebut. Saking cintanya terhadap wastra, ia mengaku rela berebut kain dengan wisatawan asing. “Saya sering kali ‘rebutan’ kain sama orang bule. Ketika ke Sumba saya rebutan kain Sumba sama orang bule. Jadi, main tawar-tawaran (harga). Pernah di Maumere juga rebutan sama orang Jepang,” kata Andien di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penyanyi jazz-pop bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi itu kini juga rajin mempromosikan wastra Nusantara. Tujuannya agar kaum muda mengenal dan menyukai ragam kain tradisional. Ia juga kerap mengunggah foto-foto kunjungannya ke tempat penenunan kain tradisional di media sosial.

Padahal, semasa kecil ia mengaku tidak pernah berpikir untuk mengenakan kain tradisional seperti batik ataupun tenun. “Waktu kecil jujur saja kecintaan saya terhadap wastra Nusantara belum tumbuh. Dulu, melihat orang pakai batik sepertinya tidak keren. Pakai kain tenun kesannya ‘jadul’ dan kuno,” selorohnya.

Andien bertutur, kecintaannya terhadap kain tradisional muncul kala ia sering manggung ke berbagai daerah. Ia berkesempatan melihat wastra dari satu tempat ke tempat lainnya. Menurutnya, kain tradisional Indonesia memiliki desain yang unik dan elegan bila dibandingkan dengan busana-busana modern kini.

Ketika berburu kain, tambahnya, ia juga kerap ditemani sang suami,  Irfan Wahyudi. “Dari zaman (masih) pacaran, setiap datang ke suatu daerah, biasanya langsung ke perajin dan berburu kain. Syukurlah saya punya dia (suami), yang juga punya pandangan sama dalam mengapresiasi wastra Nusantara,” tuturnya.

Salah satu kain favoritnya ialah tenun Maumere, NTT. Menurutnya, warna-warni tenun Maumere sangat indah. “Yang membuat saya jatuh hati dengan tenun Maumere adalah dominasi warna indigonya. Warna indigo selalu punya tempat di hati saya,” ujar Andien.

Setiap berkunjung ke tempat pembuatan kain, ia juga selalu menyempatkan diri untuk mencari tahu proses pembuatannya. Contohnya, ia pernah diajarkan menumbuk pewarna kain yang berbahan alami, seperti kunyit, kulit pohon mangga, dan akar mengkudu.

“Kalau tahu proses pembuatan di balik setiap lembar kain, rasanya luar biasa,” katanya.


Ajarkan berbagi

Begitu terkesannya ia pada NTT dan kain tenunnya, pada 7 Januari lalu ia merayakan ulang tahun buah hatinya, Askara Biru atau akrab disapa Kawa, di Sumba, NTT. Perayaan ulang tahun ke-2 Kawa digelar di salah satu sekolah dasar.

Menanamkan kepekaan kepada anak untuk berbagi kepada sesama sejak dini jadi pilihan Andien. “Berbagi kebahagiaan bersama anak-anak SD Inpres Hiliwuku di 2 tahun pertama dalam hidupnya,” tutur pelantun lagu Indahnya Dunia.

Ia juga menyempatkan diri mengajak Kawa menikmati keindahan pariwisata setempat, yakni air terjun Waimarang. Salah satu destinasi andalan di Sumba itu terletak di Melolo, Desa Watu Hadang, Kecamatan Umalulu. (H-1)

 

BERITA TERKAIT