ERP Terancam Molor, Anies Berdalih Lebih Penting Bangun Transportasi Umum


Penulis: Atalya Puspa - 11 January 2019, 20:00 WIB
ANTARA
ANTARA

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan jalan berbayar atau Electronic Raod Pricing (ERP) di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Namun, sistem baru untuk mengurangi kemacetan Jakarta tersebut terancam molor karena salah satu peserta lelang, yakni Q-Free, mengundurkan diri pada Desember 2018 lalu.

Berkaitan dengan hal tersebut, Gubernur DKI Anies Baswedan merespons dengan santai. Dia tidak ingin terlalu ambil pusing soal kapan sistem ERP akan diberlakukan. Anies menilai, Jakarta lebih baik berfokus pada pembangunan trasportasi publik.

"Kita lebih penting membangun transportasi umumnya daripada ERP nya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/1).

Dirinya menjelaskan, inti dari kebijakan Pemprov DKI dalam hal mengurangi kemacetan Jakarta yakni dengan memperbanyak transportasi publik.

"Yang lebih penting itu adalah membuat transportasi umum lebih banyak. Karena di situlah sebenarnya inti dari kebijakan kita," ujarnya.

Sebelumnya, pemprov DKI membuka tender bagi pihak yang hendak terlibat dalam penyediaan sistem ERP Jakarta. Dari hasil tender tersebut, ada tiga perusahaan yang lolos ke dalam tahap Pre Qualification (PQ). Namun satu di antaranya memilih untuk mengundurkan diri karena pihaknya menilai tidak ada kejelasan dari proyek ERP tersebut. (OL-1)

BERITA TERKAIT