Bawaslu Serahkan Kasus Hoaks Surat Suara Tercoblos kepada Polisi


Penulis: Insi Nantika Jelita - 11 January 2019, 18:19 WIB
MI/Rommy Pujianto
MI/Rommy Pujianto

KETUA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menanggapi soal tersangka kasus tujuh kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra (BBP). Diduga BBP merupakan Wakil Ketua Umum Koordinator Pusat Koalisi Relawan Nasional Prabowo (Kornas Prabowo).

Abhan mengatakan bahwa atas kejadian tersebut, Bawaslu menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Namun jika ditemukan ada unsur pidana pemilu, pihaknya akan mengusut hal tersebut.

"Ini kan sekarang masih ditindaklanjuti, diusut oleh kepolisian, kita hormati. Kita dorong agar kepolisian mengusut tuntas mengenai dugaan pelanggaran itu. Kalau ada unsur pidana pemilu nya tentu kami akan koordinasikan dengan Sentra Gakkumdu,"ungkapnya saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Jumat (11/1).

Baca juga: Erick Thohir: Gonta-ganti Visi-Misi Bukti Ketidaksiapan

Menurutnya, kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos merupakan tindak pidana murni yang masih diusut oleh pihak kepolisian. Bawaslu masih menunggu tindak lanjut dari penyidikan kepolisian.

"Sejauh ini kami melihatnya masih menjadi ranah kepolisian karena ini pidana di luar pemilu. Ya, lihat nanti lebih lanjut pengusutannya oleh penyidik kepolisian, jika ada temuannya (unsur pidana pemilu)," tandasnya.

Terpisah, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari mengatakan pihaknya menyerahkan kasus tujuh kontainer surat suara tercoblos yang diduga melibatkan relawan Prabowo kepada pihak kepolisian.

"KPU sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Jika ada orang-orang yang melakukan tindak pidana pemilu itu juga sudah diatur dalam aturan Undang-undang Pemilu. Sejauh ini KPU menghormati pihak kepolisian."tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT