Darmin Curigai ada Spekulan Komoditas Karet Tingkat Dunia


Penulis: Andhika Prasetyo - 11 January 2019, 17:23 WIB
ANTARA
ANTARA

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mencurigai ada spekulan kelas kakap yang kerap mempermainkan harga komoditas karet di tingkat global.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir pergerakan harga karet sangat tidak biasa, tidak didasari pada persediaan dan permintaan.

"Kita melihat karet itu tidak oversuplai. Kita sudah lihat stok, karet itu paling bertahan dua bulan tetapi harganya turun terus, jadi pasti ada yang tidak beres. Ada banyak spekulan yang memainkan informasi," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (11/1).

Baca juga: Neraca Perdagangan RI di 2018 Defisit, BI: Trennya Menurun

Ia pun telah menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam penentuan harga karet di tingkat global. "Ada dua tempat. Satu di bursa Singapura, satu di bursa Shanghai, Tiongkok," lanjutnya.

Darmin pun berencana untuk bertemu para pemangku kepentingan di dua bursa komoditas tersebut agar harga karet bisa sesuai dengan hukum persediaan dan permintaan.

Namun, sebelumnya, ia mengatakan Indonesia akan lebih dulu menggalang dukungan dari Malaysia dan Thailand yang juga negara-negara produsen karet.

"Mereka juga sebetulnya sudah pada tahu tetapi kita perlu duduk bersama, untuk kemudian nanti mengambil langkah. Tidak bisa sendiri-sendiri," ucapnya.

Sedianya, Tiongkok juga negara penghasil karet. Namun, karet yang ditanam di negara tersebut memiliki jenis berbeda dengan yang berada di Asia Tenggara.

"Jadi permasalahan juga muncul termasuk karena itu. Info tentang karet mereka dan kita berbeda, kelihatannya kurang pas. Jadi kita harus bicara, mestinya ya baik-baik," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT