TKN: Visi Misi Prabowo-Sandi yang Ganda Sulitkan Rakyat


Penulis: Insi Nantika Jelita - 11 January 2019, 17:06 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

JURU Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menganggap Tim Sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin aneh. BPN mengelak bahwa visi-misi yang diserahkan pada tanggal 9 Januari 2018 bukan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), melainkan untuk rakyat.

"Artinya, paslon 02 punya dua visi-misi. Hal ini akan membuat rakyat makin bingung, yang mana jadi pegangan mereka. Mana yang akan jadi dasar kontrak politik dengan rakyat,"ungkap Ace dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Jakarta, Jumat (11/1).

Baca juga: Debat Capres Jadi Pertimbangan untuk Memilih

Menurut Ace, hal itu menunjukkan ketidaksiapan Prabowo-Sandi dalam membangun bangsa lantaran memiliki konsep bongkar pasang seperti itu.

"Itu menunjukan bahwa pasangan 02 penuh dengan inkonsistensi. Padahal selama ini mereka selalu menyerang dengan tuduhan kami tidak siap menyampaikan visi misi. Fakta sebenarnya, ternyata justru mereka tidak siap dengan konsepnya. Jangankan untuk memaparkan, konsepnya saja ganda seperti itu," paparnya.

Menurut Ace, visi misi ibaratnya sebuah kontrak politik antara paslon dengan pemilih. Asumsinya, pemilih akan membaca dan mencerminkan apa saja items kontrak politik yang dijanjikan paslon. Dengan adanya dua dokumen visi misi, ia khawatir paslon 02 bisa mengelak apabila ditanggih dokumen awal dengan mengatakan bahwa itu merupakan visi misi per tanggal 9 januari 2018.

"Jika ditagih janji dokumen 9 januari, maka mereka gampang ngeles. Saat debat, paslon 02 dengan gampangnya akan merujuk pada dua dokumen yang berbeda. Ini juga akan menyulitkan panelis yang sudah ditetapkan oleh KPU karena dua dokumen. Ini memperlihatkan paslon 02 tidak siap dengan tawaran gagasan segar." tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT