KPU: Pertanyaan Debat tak Boleh Menyudutkan Kandidat


Penulis: Insi Nantika Jelita - 11 January 2019, 15:40 WIB
MI/Pius Erlangga
MI/Pius Erlangga

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mengkombinasikan metode terbuka dan tertutup dalam pertanyaan yang akan muncul dalam debat Pilpres 2019 mendatang.

Model terbuka, artinya pertanyaan sudah lebih dahulu diserahkan kepada peserta sebelum penyelenggaraan debat. Model ini membuka kesempatan bagi peserta debat untuk mendalami pertanyaan dan menyiapkan jawaban. Berbagai pertanyaan pun dirumuskan oleh para panelis debat. Sementara, model tertutup, maksudnya pasangan calon dihindari membahas suatu kasus tertentu.

"Saya kira itu sudah menjadi kesepahaman bersama bahwa pertanyaan yang sifatnya tertutup antarpasangan calon itu dihindari pertanyaan yang terlalu mikro, singkatan-singkatan, atau membahas kasus per kasus. Bukan juga menyangkut kasus-kasus yang terlalu mikro yang malah bisa menimbulkan kontroversi," jelas Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (11/1).

Baca juga: Revisi Visi-Misi Ditolak KPU, BPN: Harusnya KPU Konsisten!

Menurutnya, tujuan dalam debat pilpres ialah untuk menggali lebih dalam terkait gagasan masing-masing paslon untuk diketahui publik. Pramono mengatakan jangan sampai terjebak dalam kasus yang berkaitan dengan paslon.

"Jika mereka (kedua paslon) ingin memperdalam atau memberi contoh itu dalam kaitanya untuk memperkuat argumen, gagasan, visi, yang diusung saya kira tidak masalah. Jadi kita jangan terjebak kasus-kasus ini selalu ada kaitannya dengan calon tertentu,"katanya.

"Saya kira ini juga pikiran yang menurut saya, ada salah paham di masyarakat kita. Karena sering kali, ketika menyampaikan gagasan kan juga harus memberi contoh. Contoh itu tidak harus masalah terkait dengan pasangan calon tertentu,"sambung Pramono.

KPU akan selalu mengingatkan kepada kedua paslon untuk berkomitmen menjaga suasana debat yang kondusif. Hal tersebut untuk menghindari pertanyaan yang sifatnya menyudutkan atau menyerang salah satu paslon.

"Selebihnya, nanti masyarakat yang akan memberikan penilaian. Apakah masing-masing pasangan calon berkomitmen untuk mengedepankan penyampaian visi misi dan gagasan itu." tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT