Pemerintah Kaji Kegunaan Karet untuk Infrastruktur


Penulis: Andhika Prasetyo - 11 January 2019, 15:23 WIB
ANTARA
ANTARA

PEMERINTAH tengah mengkaji pemanfaatan karet yang lebih besar dalam pembangunan infrastruktur. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution telah menginstruksikan kepada Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) untuk mengidentifikasi infrastruktur apa saja yang bisa menggunakan karet alam sebagai bahan baku alternatif.

"Kita mau coba manfaatkan itu. Apakah karet ini bisa digunakan sebagai salah satu bahan yang mampu menggantikan besi atau kayu dalam pembangunan seperti pelabuhan, atau bantalan rel kereta," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (11/1).

Baca juga: Pemerintah Tingkatkan Mutu Karet untuk Campuran Aspal

Sejauh ini, karet hanya dimanfaatkan untuk campuran aspal dalam pembangunan infrastruktur. Darmin menilai, jika hanya untuk jalan, tentu serapannya tidak akan terlalu besar. "Kita juga harus siapkan dimana jalan yang mau diaspal. Itu harus jelas perencanaannya," lanjut Darmin.

Sedianya, terdapat kelebihan dan kelemahan tersendiri dalam pemanfaatan karet sebagai infrastruktur. Sisi positifnya adalah, dari sisi pembangunan jalan, aspal yang menggunakan campuran karet memiliki kualitas yang lebih baik. Daya tahannya pun lebih lama. Namun, di sisi lain, perlu ada investasi besar untuk membangun pabrik pengolahan yang lebih besar dan tersebar.

"Biaya preservasi jalan pun diperkirakan sedikit lebih tinggi, tapi kita tetap ada benefitnya," tuturnya.

Selain itu, jika menggunakan lateks, tempat pengolahan pencampurannya dengan aspal tidak bisa terlalu jauh dari proyek infrastruktur yang dituju.

"Lateks kalau sudah dicampur aspal itu harus cepat digunakan, tidak bisa disimpan lama. Jadi kalau pengolahan karetnya ada di Sumatera, tidak bisa untuk perbaiki jalan di Sulawesi," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Upayakan Serapan Karet untuk Infrastruktur Lebih Maksimal

Darmin berharap, jika penyerapan karet lebih masif dan digunakan untuk berbagai pembangunan, harga bisa membaik dan membantu menaikkan kesejahteraan para petani.

"Maka itu kita harus cari penggunaannya. Kalau penggunaan naik, harganya juga bisa naik," tandas Darmin. (OL-6)

BERITA TERKAIT