Venezuela Lantik Maduro, Peru dan Paraguay Putuskan Hubungan Diplomatik


Penulis: Sonya Michaella - 11 January 2019, 13:03 WIB
AFP
AFP

USAI Nicolas Maduro dilantik kembali sebagai Presiden Venezuela, Paraguay memutuskan hubungan diplomatik. Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez memerintahkan para diplomatnya segera keluar dari Caracas.

"Tidak adanya kebebasan dan demokrasi di negara tersebut menjadi alasan Paraguay tidak menginginkan lagi hubungan diplomatik dengan Venezuela," kata Benitez, dikutip dari AFP, Jumat (11/1).

Hal yang sama juga dilakukan Peru. Kementerian Luar Negeri Peru menegaskan, pemilihan umum di Venezuela tidak sah. Peru juga telah menarik para diplomatnya di Caracas.

"Maduro dan para pejabat yang terkait dengan pemerintahannya dilarang masuk ke Peru," sebut pernyataan dari Kemenlu Peru.

Sebelum Maduro dilantik, Organisasi Negara-negara Amerika memilih untuk tidak mengakui legitimasi masa enam tahun jabatan Maduro untuk periode kedua ini.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton bahkan menyebut AS tidak akan mengakui pelantikan tidak sah pemimpin diktator Maduro.

"Kami akan terus meningkatkan tekanan pada rezim yang korupsi, mendukung Majelis Nasional yang demokratis dan menyerukan demokrasi dan kebebasan di Venezuela," ujar Bolton.

Baca juga: Nicolas Maduro Dilantik untuk Masa Jabatan Kedua

Maduro pertama kali memimpin Venezuela pada 2013 sepeninggal Hugo Chavez yang meninggal karena sakit kanker setelah memerintah selama 14 tahun.

Sejak menjabat, Maduro banyak menerima kecaman dari dalam dan luar negeri atas tuduhan pelanggaran HAM dan penanganan ekonomi negeri yang tidak baik.

Venezuela merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan memegang kepresidenan OPEC hingga 2025. Namun, ekonomi Venezuela jatuh terperosok sejak 2017 awal dan mengalami inflasi.

Inflasi Venezuela kini mencapai 1,3 juta% dalam 12 bulan hingga November 2018, menurut sebuah studi dari Majelis Nasional yang dikendalikan oposisi. AS juga sempat menjatuhkan sanksi yang diklaim Maduro merugikan Venezuela hingga US$20 miliar, tahun lalu.

Krisis ekonomi ini membuat sekitar 2,3 juta warga Venezuela melarikan diri dari negara itu sejak 2015. Bentrokan antipemerintah pada 2017 pun menewaskan 125 orang. (OL-2)

BERITA TERKAIT