UN Environment Puji Pengelolaan Sampah Indonesia


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 11 January 2019, 12:36 WIB
ANTARA/Zabur Karuru
ANTARA/Zabur Karuru

DIREKTUR Regional UN Environment untuk wilayah Asia Pasifik Dechen Tsering mengapresiasi upaya Indonesia mengelola sampah. Hal itu diungkapkannya setelah berkunjung ke Surabaya baru-baru ini untuk melihat pengelolaan sampah di sana.

Menurutnya, pengelolaan sampah di Indonesia bisa progresif karena faktor kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.

"Indonesia memiliki pemimpin yang memikirkan dengan serius arah dan tujuan negara," ucapnya melalui keterangan pers dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diterima, Jumat (11/1).

Secara khusus, ia menyebut Menteri LHK Siti Nurbaya bekerja secara bijaksana dan mampu memikirkan solusi penanganan sampah dengan pelibatan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

Dia juga menyebut mengenai isu sampah laut yang sebagian besar berasal dari Asia Tenggara. Dirinya menyadari Indonesia dan negara lainnya di Asia Tenggara tengah berupaya keras untuk menangani permasalahan ini.

"Terkait sampah laut, kita sudah bisa melihat awareness, kebijakan, peraturan, dan pelaksanaannya," ungkap Dechen.

Baca juga: Menkes Ajak Masyarakat Diet Kantong Plastik

Salah satu upaya dalam pencegahan timbulnya sampah laut, Indonesia dan UN Environment berencana membuat Pusat Peningkatan Kapasitas Inisiatif Regional dalam Perlindungan Lingkungan Laut dari Kegiatan Berbasis Daratan (Regional Center for Capacity Initiative to Protect Marine Environment from Land-based Activities).

Melalui pusat keahlian itu, Dechen pun menaruh harapan yang tinggi pada Indonesia untuk dapat berperan mencegah sampah laut yang berasal dari kegiatan di daratan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati menjelaskan kunjungan ke Kota Surabaya dipilih karena memiliki inovasi penting dalam pengelolaan sampah.

Ia melanjutkan kunci dari pengelolaan sampah yang baik ialah pemilahan dari sumbernya, yakni rumah tangga.

"Surabaya telah berhasil dalam hal tersebut. Selain itu, leadership kuat yang dimiliki Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menjadi kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah di Surabaya," ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan UN Environment melihat keberhasilan Surabaya dalam pengelolaan sampah. Dechen dan rombongan melihat fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

TPA Benowo yang dikelola swasta PT Sumber Organik mengolah sampah sekitar 1.600 ton per hari. Sebagian besar sampah tersebut 60% ialah organik dan sisanya anorganik. Limbah itu kemudian digunakan untuk proyek pembangkit listrik dari gas yang dapat menghasilkan listrik sebesar 2 megawatt per hari.

Rombongan juga menggunakan transportasi Surabaya Bus yang mewajibkan penumpangnya membayar ongkos dengan botol air minum plastik. Cara itu dilakukan sebagai upaya pengurangan sampah plastik.

Selain itu, UN Environment juga mengunjungi Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan dan mengunjungi Bank Sampah di Kecamatan Jambangan. (OL-2)

BERITA TERKAIT