Shutdown AS Berlanjut, Trump Batalkan Kunjungan ke Davos


Penulis: Antara - 11 January 2019, 10:04 WIB
Jim WATSON/AFP
Jim WATSON/AFP

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (10/1), membatalkan rencana kunjungan ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, akhir bulan ini. Hal itu karena pemerintahan federal AS masih tutup (shutdown).

Pembatalan itu menyiratkan Trump siap menghadapi kemungkinan pertikaian politik, yang akan terus bergulir hingga akhir Januari.

Belum ada kejelasan apakah sebagian penutupan pemerintahan akan berakhir sebelum pertemuan ekonomi global itu berlangsung, yang dijadwalkan digelar pada 22-25 Januari.

Hingga Kamis (10/1), penutupan sebagian pemerintahan pusat AS telah memasuki hari ke-20.

Trump dan kalangan Demokrat di Kongres saat ini sedang bersengketa soal pendanaan untuk pemerintahan serta pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, yang telah lama dijanjikan Trump.

Baca juga: Seraya Walkout, Trump Ucapkan Bye-Bye

"Karena Demokrat keras kepala soal keamanan perbatasan dan pentingnya keselamatan bagi bangsa kita, saya dengan hormat membatalkan kunjungan saya yang sangat penting ke Davos, Swiss, dalam rangka Forum Ekonomi Dunia," tulis Trump di Twitter.

Pada Kamis (10/1) pagi, Trump mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih bahwa ia sebenarnya ingin berbicara di forum ekonomi tersebut tapi tidak akan hadir jika shutdown pemerintahan masih berlangsung.

Pembatalan itu menutup kesempatan bagi Trump untuk bertemu dengan para pemimpin dunia lainnya guna membicarakan berbagai masalah ekonomi, termasuk perdagangan.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin masih berencana berangkat ke Davos, memimpin delegasi AS ke sana.

Pemerintahan Trump sedang menjalin perundingan perdagangan, antara lain dengan Uni Eropa dan Tiongkok. Tiongkok dan AS sudah sepakat menerapkan gencatan tarif selama 90 hari dalam upaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan direncanakan hadir pada forum di Swiss itu. Namun, tidak jelas apakah ia sebelumnya direncanakan  melakukan pembicaraan dengan Trump di forum tersebut. (OL-2)

BERITA TERKAIT