Polisi Memburu sang Dalang


Penulis: Ferdian Ananda M - 11 January 2019, 07:50 WIB
MI/ROMMY PUJIANTO
MI/ROMMY PUJIANTO

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, kemarin, mengatakan keterangan Bagus Bawana Putra atau BBP, yang diduga sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional Prabowo, sangat penting dalam menuntaskan kasus hoaks tujuh kontainer kertas suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Karena dia (BBP) sebagai kreator dan buzzer-nya. Keterangan dari BBP sangat penting untuk mengungkap aktor intelektual atau buzzer lain yang terlibat secara aktif di dalam penyebaran hoaks tersebut," kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, kemarin.

Dedi menjelaskan penyidik tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus menelusuri dugaan adanya aktor intelektual atau penyandang dana dalam kasus ini.

"Masih dituntaskan dulu pemeriksaan tersangka BBP dan penguatan alat bukti dulu," sebut Dedi.

Sebelumnya, BBP ditangkap di wilayah Sragen, Jawa Tengah, Senin (7/1). Atas perbuatannya, dia dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana lantaran sengaja menyiarkan berita bohong, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Selain BBP, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu LS, HY, dan J, yang ditangkap secara terpisah di Balikpapan, Kalimantan Timur; Bogor, Jawa Barat; dan Brebes, Jawa Tengah.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan dirinya dan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak pernah mengenal Bagas Bawana Putra.

"Tim kami segera mencari tahu dan menyelidiki siapa orang ini, apa motifnya, apa bermaksud mendiskreditkan kami atau apa," ujar Riza di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. (Fer/Pro/X-4)

BERITA TERKAIT