Mendapat Julukan the Giant Killer


Penulis:  (AFP/R-3) - 11 January 2019, 04:30 WIB
PETER PARKS / AFP
PETER PARKS / AFP

BABAK utama tenis bergengsi grand slam Australia Terbuka 2019 tinggal dua hari lagi. Babak kualifikasi telah berlangsung sejak  Selasa (8/1) .

Namun, sebelum mengikuti Australia Terbuka 2019, beberapa petenis elite putri yang siap berburu gelar telah mengikuti turnamen pemanasan Sydney Internasional 2018.

Dari turnamen yang digelar di Kota Sydney, Australia, pada nomor tunggal putri, petenis tuan rumah Ashleigh Barty belakangan disebut sebagai the rising star.

Petenis yang disapa dengan panggilan ‘Ash’ itu membuat beberapa kali kejutan di Sydney Internasional. Pada babak pertama, Barty menumbangkan mantan petenis nomor lima dunia dan juara Prancis Terbuka 2017, Jelena Ostapenko, dari Latvia dengan skor 6-3, 6-3.

Kemenangan Barty itu masih belum dianggap luar biasa. Pada babak kedua, dia kembali membuat kejutan kedua dengan menyingkirkan petenis nomor satu dunia Simona Halep dari Romania dengan skor 6-4, 6-4.

Kemenangan Barty mulai jadi pembicaraan. Pasalnya, selain petenis nomor satu dunia dan menjadi unggulan pertama, Halep merupakan pemegang gelar grand slam Prancis Terbuka 2018 dan runner-up Australia Terbuka 2018.      

Pada babak perempat final, keperkasaan Barty kembali menelan korban. Kali ini korban Barty ialah petenis nomor 15 dunia yang juga semifinalis Australia Terbuka 2018,  Elise Mertens, dari Belgia.       

Barty membungkam Martens juga dengan straight-set 6-3, 6-3. Pemberitaan petenis 22 tahun dari ‘Negeri Kanguru’ pun ramai. Barty yang telah memenangi enam laga terakhir tanpa kalah dijuluki sebagai the Giant Killer.    

“Bagus dan solid hari ini. Saya sangat senang dengan kemenangan yang saya lakukan dan mainkan,” ucap Barty yang kini menempati rangking 15 dunia.    

Di semifinal, Barty akan bertemu pemenang pertandingan antara Kiki Bartens dari Belanda dan petenis Rusia Yulia Putintseva.

Sebagai pemain ganda putri bersama Coco Vandeweghe dari AS, Barty menempati rangking tujuh dan pernah merebut gelar grand slam AS Terbuka 2018 dan tiga kali jadi finalis.

Namun, sebagai pemain tunggal, Barty belum pernah mencicipi gelar grand slam. Prestasi terbaik Barty hanya mampu menembus perempat final. Kini dia berharap bisa meraih gelar grand slam di Australia Terbuka 2019. (AFP/R-3)

BERITA TERKAIT