Ira Koesno Janjikan Debat Terpanas


Penulis: Akmal Fauzi - 11 January 2019, 00:45 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

MANTAN penyiar televisi Dwi Noviratri Koesno Martoatmodjo atau Ira Koesno, kembali dipercaya menjadi moderator pada debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, bersama Imam Priyono.

Presenter kondang berusia 49 tahun itu sempat mencuri perhatian publik saat menjadi moderator debat antarcalon pada pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lalu. Pembawaan Ira begitu tegas dan lugas, tetapi tetap tenang. Itulah yang membuat publik terkesan. Pengalaman Ira saat memandu debat dalam pemilu bukan kali ini saja. Ia juga pernah menjadi moderator debat capres dan cawapres Pemilu 2004.

Saat ditunjuk kembali menjadi moderator debat perdana bersama Imam Priyono, Ira mengaku siap tampil dan meramaikan sesi debat capres dan cawapres pertama, pada 17 Januari mendatang. Ia bahkan berkelakar akan menjadikannya sebagai debat terpanas.
“Inginnya debat ya panas, tapi ya panasnya harus terkontrol, jangan meledak. Ini juga peran sertanya teman media," kata Ira ditemui di Jakarta, Kamis (10/1).

Sebagai moderator, imbuhnya, ia bertanggung jawab untuk menyampaikan pertanyaan dengan jelas dan tegas sehingga masyarakat yang belum menentukan pilihan dapat bersikap seusai melihat debat capres dan cawapres.

“Publik yang katanya masih banyak yang galau, bisa melihat debat ini, jadi salah satu referensi untuk menentukan pilihan. Karena yang paling penting adalah memilih, jangan golput,” serunya.

Perempuan yang kini menekuni dunia jasa konsultan komunikasi itu mengatakan, tantangan menjadi moderator debat tentunya berbeda dari sebelumnya. “Sekarang kan info luar biasa dan saya rasa juga ditangkap para pasangan calon mereka lebih mendengarkan apa yang diinginkan,” ujarnya

Pertaruhkan netralitas
Terpilihnya Ira Koesno menjadi moderator debat perdana ini bukan tidak mendapat penentangan. Netralitasnya dipertanyakan pendukung salah satu calon melalui media sosial.

Namun, Ira sama sekali tidak pernah menanggapi komentar warganet. Baginya, menjawab tudingan sama saja memancing polemik lebih lanjut. “Saya tak mau memancing polemik yang lebih besar,” ucapnya.

Menurutnya, pro dan kontra tentang penunjukan dirinya sebagai moderator debat ini merupakan hal yang wajar. Meski demikian, dia tetap menegaskan akan bersikap netral sebagai moderator debat pertama Pilpres 2019 ini. "Selalu ada pro dan kontra ya. Kami tak bisa membuat semua orang suka kepada kita," kata dia.

Hal itu menurutnya tidak akan mengganggu tugasnya sebagai moderator. Ira memastikan akan netral sebagai moderator debat pertama. "Netralitas kami juga yang melatarbelakangi ada di sini. Dipercaya menjadi moderator untuk debat pertama, saya rasa itu pertaruhan yang besar,” kata Ira.

Salah satu jejak digital Ira Koesno di dunia maya bisa menjadi gambaran netralitasnya terhadap dua paslon. Lewat akun Twitter-nya @irakoesno pada 27 Agustus 2018 lalu, ia mencicit, ‘Hari ini Indonesia raih 20 medali emas #AsianGames2018 lampaui targetnya.

Optimisme Pak @jokowi yg sblmnya disangsikan bnyk org. Hari ini cabor Pencak Silat jd primadona, sapu bersih 8 medali emas. Tabik u/ IPSI dng Pak @prabowo sbg ketuanya. Sesungguhnya Indonesia kuat & digdaya!’ (H-3)

 

BERITA TERKAIT