TKN Jokowi - Ma'ruf Dorong Polri Ungkap Aktor Intelektual Hoaks Surat Suara


Penulis: Nurjiyanto - 09 January 2019, 20:25 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

DIREKTUR Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irfan Pulungan menduga masih ada pelaku lain yang harus bertanggung jawab atas beredarnya kabar hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang telah tercoblos.

Hal tersebut didasari atas adanya rekaman suara yang menyebut informasi surat suara tercoblos tersebut bukan hanya satu. rekaman suara itu juga telah dijadikan barang bukti oleh pihaknya saat melaporkan hal ini ke Bareskrim Polri.

"Kami yakin masih ada orang lain karena ada dua rekaman suara yang menyatakan itu. Ada satu rekaman suara lagi yang mencoba mengklarifikasi lagi tentang masalah itu. Dari rekaman suaranya itu belum ditangkap orangnya siapa. Kami yakin dan percaya ini pelakunya tidak hanya yang sekarang ini ditangkap," ujarnya  di Posko Cemara, Jakarta, Rabu (9/1).

Irfan menduga dalam kasus ini masih ada aktor intelektual yang saat ini masih belum ditangkap. Oleh karenanya dirinya meminta tim siber Bareskrim Polri segera mengusut dugaan tersebut.

Baca juga : KPU Ingin Pembuat Hoaks 70 Juta Surat Suara tercoblos Diberi Sanksi Setimpal

Dirinya juga meminta kepada Bareskrim Polri juga untuk memeriksa Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra dan Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Djoko Santoso dan DPP Gerindra. Pasalnya, nama-nama serta lembaga tersebur disebutkan dalam rekaman terkait isu hoaks tersebut.

"Ini kan juga bisa menjernihkan nama pribadinya yang disebutkan tersebut. Pak Djoko Santoso disebutkan. Dia bisa menjelaskan kalau dia memang tidak punya hubungan. Jangan sampai dia diam. Kenapa disebutkan nama dia, kenapa disebutkan salah satu partai. Itu kan harus diklarifikasi biar publik mendapat kejelasan mengenai masalah ini," ungkapnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT