Drone PA-06D Raih Sertifikat Layak Produk Militer


Penulis: Antara - 03 January 2019, 16:45 WIB
(ANTARA FOTO/Anita Permata Dewi
(ANTARA FOTO/Anita Permata Dewi

PESAWAT udara nirawak (PUNA) atau drone tipe Alap-alap PA-06D yang dirancang Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapatkan sertifikat kelayakan dari Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan sebagai produk militer.

Dalam sertifikasinya, drone ini diperuntukkan untuk misi pemetaan.

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT Wahyu Widodo Pandoe di Jakarta, Kamis (3/1), mengatakan drone itu memiliki kemampuan pemetaan seluas 1.700 hektare per jam.

Drone ini juga dapat memetakan wilayah seluas lebih dari 8.500 hektare pada ketinggian 1.500 kaki.

Menurutnya, proses sertifikasi memerlukan waktu tiga bulan sejak didaftarkan hingga lulus sertifikasi pada Desember 2018.

Baca juga: Hakim Batalkan Gugatan Terhadap Google

Wahyu berharap dengan didapatkannya sertifikasi ini, drone ini dapat digunakan untuk keperluan TNI.

"Setelah mendapatkan TC (type certificate), PUNA Alap-Alap PA-06D harusnya bisa langsung (diproduksi) massal dan dimanfaatkan TNI," katanya.

Ia menambahkan drone itu mampu terbang di ketinggian 12 ribu kaki dengan kecepatan 55 hingga 65 knot.

"Untuk altitude atau ketinggian terbangnya, Alap-alap ini mampu mencapai 12.000 kaki, dengan jangkauan datalink 100 km (LOS). Untuk kecepatan saat cruise 55 hingga 65 knot dan untuk take off landing memerlukan landasan pacu sepanjang 150 sampai200 meter," jelasnya.

Drone ini memiliki spesifikasi bentang sayap sepanjang 3.2 m, berat maksimum saat lepas landas sebesar 31 kg, dan memiliki ketahanan untuk terbang selama lima jam. (OL-2)

BERITA TERKAIT