Hakim Batalkan Gugatan Terhadap Google


Penulis: Lufthi Anggraeni - 01 January 2019, 02:30 WIB
LOIC VENANCE / AFP
LOIC VENANCE / AFP

PADA hari Sabtu lalu, Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Chicago membatalkan gugatan hukum terkait pelanggaran Google terhadap undang-undang Biometric Information Privacy Act yang didaftarkan pertama kali pada bulan Maret 2016 lalu.

Google dituduh menggunakan software pengenalan wajah untuk menghimpun dan menyimpan data biometrik dari foto tanpa izin. Google juga dituduh melakukan aktivitas ini secara ilegal, melalui aplikasi Google Photos.

Penggugat meminta dana kompensasi dengan jumlah total USD5 juta (Rp72,4 miliar) untuk mencakup ratusan ribu penduduk Illinois yang terdampak. Dokumen tersebut meminta Google membayarkan dana sebesar USD5.000 (Rp72,4 juta) untuk masing-masing pelanggaran yang disengaja, dan pelanggaran akibat kelalaian.

Dokumen didaftarkan Google ke pengadilan menyatakan bahwa penggugat tidak mengalami kerugian, sehingga dinilai tidak berhak untuk ganti rugi secara materi. Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Edmond Chang berpihak kepada Google.

Chang menyebut bahwa pengadilan tidak memiliki yurisdiksi pokok perkara, karena penggugat belum mengalami kerugian secara konkrit. Mosi Google yang ditujukan untuk penilaian singkat ini dikabulkan oleh hakim, sehingga gugatan dibatalkan.

Sementara itu, menyambut malam pergantian tahun, Google turut mencoba memeriahkannya melalui Doodle. Animasi yang akan Anda temukan pada halaman Google berupa dua ekor gajah berwarna ungu dengan topi berwarna kuning dan hijau.

Sedangkan, Celah autentifikasi dua faktor pada layanan Google menjadi kabar terbaru yang bisa memunculkan rasa khawatir sebagian orang. Pasalnya tidak sedikit orang yang memanfaatkan berbagai layanan Google, mulai dari Gmail dan Google Drive. (medcom/OL-8)

 

BERITA TERKAIT