Atasi Obesitas lewat Prodia Fat Loss Panel


Penulis: Ghani Nurcahyadi - 29 December 2018, 15:25 WIB
Ist
Ist

OBESITAS menjadi penyakit terkait gaya hidup yang meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Dalam data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) selama lima tahun, penyandang obesitas dengan usia kurang dari 18 tahun terus mengalami peningkatan.

Pada 2003, angka obesitas mencapai 10,5%, penderita obesitas di Indonesia meningkat jadi 14,8% pada 2013. Tahun ini, angka obesitas kembali meningkat menjadi 21,8%. Atau meningkat 1,4% per tahunnya sejak 2013.

Secara umum, obesitas disebabkan tiga faktor, yakni perilaku, lingkungan, dan genetik. Faktor genetik memiliki porsi 10-30%, sementara faktor perilaku dan lingkungan dapat mencapai 70%.

Beberapa penelitian menyebutkan perkembangan teknologi yang pesat berkontribusi pada peningkatan prevalensi obesitas. Tanpa disadari teknologi menggiring seseorang untuk bergaya hidup sedentary diantaranya kurang beraktivitas fisik dengan seringnya menggunakan gawai, makan makanan berkalori tinggi,serta kurang mengonsumsi buah dan sayur.

Melihat fakta tersebut, Prodia merasa perlu andil untuk menekan prevalensi obesitas, terlebih pada mereka yang berusia muda. Dalam upaya memerangi obesitas, Prodia melakukan edukasi kepada masyarakat melalui seminar, even, maupun sarana promotif lainnya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan bahaya obesitas serta meningkatkan perilaku preventif.

Tidak hanya itu, Prodia juga meluncurkan pemeriksaan Fat Loss Panel yang merupakan pemeriksaan kesehatan yang diperuntukkan bagi penyandang obesitas yang ingin kembali sehat dan terhindar dari risiko buruk akibat obesitas.

Panel terdiri atas beberapa pemeriksaan laboratorium maupun nonlab (imaging) yang dapat melihat kondisi kesehatan para penyandang obesitas yang nantinya akan melakukan program penurunan lemak (fat loss) dan konsultasi yang didampingi oleh dokter spesialis gizi dan spesialis kedokteran oleh raga dari Prodia Health Care.

"Fat Loss Panel merupakan program yang bertujuan untuk menurunkan massa lemak berlebih sehingga penyandang obesitas menjadi lebih sehat. Program ini merupakan program jangka panjang untuk menghasilkan tubuh yang sehat. Efek sampingnya ialah turunnya berat badan," kata Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia, di Jakarta, Sabtu (29/12).

Dalam memperkenalkan Fat Loss Panel, Prodia menyelenggarakan program 'Prodia Fat Loss Challenge' yang berlangsung sejak 17 September 2018 hingga 17 Desember 2018. Dalam program ini, Prodia memilih lima finalis dari 183 pendaftar yang mengikuti program penurunan lemak dalam kurun tiga bulan.

Kelima finalis telah dipantau oleh dokter gizi dan dokter olahraga untuk mengatur penurunan massa lemak secara personal melalui konsultasi rutin dan juga melakukan pemeriksaan laboratorium pada awal dan akhir program.

Selama tiga bulan masa pemantauan para finalis menunjukkan progres berupa penurunan lemak dengan persentase hingga 13,8%,  penurunan Indeks Massa Tubuh sebesar 4 kilogram per meter persegi, serta penurunan Lingkar Perut sebesar 10 sentimeter.

"Dengan adanya Fat Loss Panel, kami berharap masyarakat yang mulai menyadari obesitas dapat menimbulkan masalah kesehatan dan dapat lebih bijak dalam memilih cara untuk menurunkan berat badan. Diet memang dapat menjadi cara penurunan berat badan," kata Dewi.

Lebih jauh, Product Manager Prodia, Trilis Yulianti, mengatakan, lewat Fat Loss Panel. peserta program bisa memulai diet sesuai dengan karakteristik metabolisme tubuh peserta.

"Diet sehat adalah diet yang memang mengikuti anjuran kebutuhan gizi seimbang, bukan diet yang dilakukan secara general dan mengikuti tren. Karena kebutuhan gizi bagi tiap orang dapat berbeda-beda. Untuk ini kita perlu lihat lebih dalam masalah apa yang ada di dalam tubuhnya, untuk nanti menentukan takaran gizi seimbang yang dibutuhkan selama program diet. Hal ini agar peserta tetap sehat meski melakukan diet," tandasnya. (RO/OL-1)

 

BERITA TERKAIT