Lebih Sejahtera dengan Berbisnis Hidroponik


Penulis: Cikwan Suwandi - 27 December 2018, 17:30 WIB
MI/Cikwan S
MI/Cikwan S

ANA, 45, warga Dusun Cidampa, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Karawang, awalnya bekerja sebagai tukang bangunan. Lulusan SD ini menggunakan penghasilannya yang tidak seberapa itu untuk membiayai istri dan tiga anaknya.

Tingkat kehidupannya mulai berubah sejak awal 2017 setelah ikut pelatihan pertanian hidroponik yang digelar oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra Daihatsu Motor.

"Saya tertarik, katanya ada metode pertanian tanpa menggunakan tanah dan cukup dengan lahan terbatas. Saat itu saya langsung menunjuk diri untuk ikut ke Sunter (Jakarta), selama satu hari saya belajar," kata Ana.

Dari hasil pelatihan itu, ia mulai mengasah kemampuannya. Modal yang minim tak menyurutkannya, Ia mengumpulkan sejumlah barang bekas untuk membuat media pertanian organik.

"Saya hanya modal beli pompa dan benih sayuran yang umur panennya satu bulan. Pertama, saya coba menanam bayam. Sisanya seperti bak, selang, pipa paralon saya buat dari barang-barang sisa," ungkapnya.

Satu bulan berikutnya, Ana pun mulai memanen bayam pertamanya dari pertanian hidroponik. Keberhasilan yang ia coba pun langsung ia sampaikan kepada pejabat desa dan PT Astra Daihatsu Motor.

"Setelah itu saya diminta untuk menyiapkan lahan 6x8 meter untuk membangun green house dan sejumlah peralatan media hidroponik. Kemudian dilakukan pembinaan manajemannya serta pemasaran," katanya.

Ana kini memiliki empat media hidroponik dengan masing-masing seluas 4x1,5 meter. Setiap satu media hidroponik itu memiliki 160 lubang tanam. "Saya membaginya agar bisa menghasilkan panen satu minggu sekali. Saya tanam sayuran bayam, pakcoy, salada. Hasilnya pun saya jual ke puluhan warung-warung sekitar rumah. Saat ini saya bisa memberikan penghasilan untuk istri sekitar Rp400 ribu perminggu dari hasil panen," katanya.

Untuk memenuhi pesanan hasil panen hidroponik, Ana pun membentuk dua kelompok tani di Desa Kutamekar dengan 12 anggota sehingga menjadi penambah penghasilan untuk warga sekitar yang sebelumnya satu nasib.

Saat ini Ana menjadi pemateri hidroponik untuk sejumlah  desa di Karawang. Ketenarannya sebagai ahli hidroponik sudah teruji. "Saya secara sukarela membagi ilmu. Warga bisa datang, terkadang mereka memanggil saya," ucapnya.

Sementara itu Head CSR Section PT Astra Daihatsu Motor, Nanda Sakina mengungkapkan, pihaknya hanya memberikan rangsangan kepada masyarakat sesuai dengan prinsip empat pilar yakni pintar, sehat, hijau dan sejahtera bersama Daihatsu. "Hidroponik termasuk ke dalam pilar hijau kita yang berjalan sejak tahun 2017," kata Nanda.  (X-11)

BERITA TERKAIT