Daihatsu Astec Open Genjot Kualitas


Penulis:  (Rul/R-1) - 09 December 2018, 06:00 WIB
MI/AGUS M
MI/AGUS M

ANIMO masyarakat yang besar dalam mengikuti turnamen Daihatsu Astec Open 2018 membuat penyelenggara sadar akan pentingnya kualitas atlet. Karena itulah, tahun depan kejuaraan akan lebih menekankan masalah kualitas dan bukan mengincar kuantitas semata.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, di sela-sela konferensi pers Final Daihatsu Astec Open 2018 di Jakarta, kemarin. "Tahun depan tahun perbaikan kualitas sehingga kemungkinan jumlah peserta akan dikurangi untuk mencari bibit-bibit pebulu tangkis yang memiliki kualitas unggulan," ujar Amelia.

Tahun ini, peserta gelaran Astec Open 2018 yang berlangsung kali ini memang terbilang cukup besar. Sebanyak 7.700 atlet muda nasional maupun internasional turut meramaikan seri kejuaraan yang berlangsung sejak Februari hingga Desember 2018 yang berlangsung di 10 kota di Indonesia.

Bahkan, pada grand final turnamen yang berlangsung di GOR Sumantri, Jakarta 3-8 Desember, terdapat sekitar 1.130 atlet yang berpartisipasi dari nasional maupun internasional.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Astec, Susi Susanti, mengatakan pada penyelenggaraan tahun depan partisipan dari tingkat internasional akan ditambah. Dengan demikian, turnamen yang telah berlangsung selama 14 tahun tersebut, tak hanya menjadi ajang pencarian bibit-bibit muda, tetapi juga memantau kekuatan lawan.

Susi menambahkan terdapat negara-negara peserta dari Asia yang amat mungkin diundang. Beberapa di antaranya ialah Singapura, Thailand, dan Jepang.

"Mungkin pesertanya tidak sebesar seperti sekarang, tapi secara kualitas pertandingan akan lebih seru karena persaingannya akan lebih ketat juga," ungkap Susi.

Peraih emas tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992 itu menambahkan peningkatan kualitas turnamen memang akan menjadi fokus penyelenggara. Hal itu dilakukan untuk memperketat persa-ingan yang akan melahirkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik.

Tekad meningkatkan kualitas turnamen juga diungkapkan Alan Budikusuma selaku pemilik perusahaan olahraga Astec. Menurut suami Susi Susanti tersebut, tahun depan pihaknya mungkin menggunakan sistem peringkat untuk menyeleksi peserta yang bisa ikut dalam kejuaraan.

"Misalnya, hanya peringkat 1 hingga 50 besar nasional yang bisa ikut. Hal itu akan menambah daya saing dan ajang ini bisa dijadikan arena bagi pebulu tangkis nasional untuk menguji kemampuan mereka," jelas Alan.

BERITA TERKAIT