Walikota Bogor: Butuh Rp 15 M Untuk Perbaikan Pascabencana Angin Topan


Penulis: Dede Susianti - 08 December 2018, 20:54 WIB
MI/Dede Susianti
MI/Dede Susianti

WALIKOTA Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, dibutuhkan dana sekitar Rp 15 miliar, untuk perbaikan pascabencana angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (6/12) sore lalu.

"Data terakhir, ada 1.697 rumah yang terkena angin puting beliung dengan kategori rusak berat, sedang dan ringan. Rusak beratnya 40 persen. Setidaknya dibutuhkan Rp 15 miliar untuk melakukan perbaikan,"kata Bima, Sabtu (8/12).

Sementara itu, dana yang dimiliki Pemkot Bogor dari pos anggaran tak terduga hanya sebesar Rp 6 miliar. Sebesar Rp 3,8 miluar dari pos belanja tak terduga (BTT) dan Rp 2,2 miluar dari bantuan sosial (bansos).

Untuk itu, Bima juga membuka posko bantuan dan membuka rekening, bagi warga yang akan memeberikan sumbangsihnya.

"Bagi warga yang ingin salurkan bantuan, silahkan ke posko bencana di eka PT IMMI di Kelurahan Cipaku. Kebutuhan utama terpal, selimut, pampers, makanan, pakaian dan obat-obatan. Donasi juga bisa disalurkan ke rekening Dinas Sosial Kota Bogor BNI no rekening 0647581910,"ungkap Bima.

Pemkot juga, lanjut Bima, sudah menyampaikan pengajuan bantuan ke Pemprov Jabar.

"Kami sudah sampaikan ke Pak Gubernur, termasuk surat pengajuan bantuan pemulihan pasca bencananya sudah dikirim ke pemprov. Nanti diproses segera, ditunggu segera. Yang diajukan Rp15 miliar untuk renovasi rumah. Itu pengajuannya segitu. Tapi nanti disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemprov,” ungkap Bima

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridean Kamil menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa.

Dia mengatakan, Pemkot Bogor dibantu Pemprov Jawa Barat akan secepat mungkin memulihkan kembali area dan aktivitas warga di titik terdampak bencana.

"Apapun yang terjadi di Jabar adalah menjadi atensi saya. Saya turut berduka, Kang Bima itu walikota yang baik, pasti akan melaksanakan penanganan dengan maksimal dan kita backup secara maksimal," ungkap Ridwan Kamil usai menerima penghargaan dari Kemendagri di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (7/8) malam.

Sementara itu tim penanganan tanggap darurat saat ini sudah membangun posko-posko. Ada tiga posko terpadu yakni di bangunan ex PT IMI Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, di Kantor Kecamatan untuk wilayah Bogor Timur dan di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah.

Dapur umum-dapur umum pun sudah mulai bekerja melayani kebutuhan warga.

Sabtu pagi, Walikota Bima Arya bersama Yane Ardian isterinya, kembali memantau kondisi para korban.

Bima memeriksa dengan detil posko terpadu untuk memastikan penyaluran logistik dan makanan untuk warga layak dan terdistribusikan dengan baik.

Bahkan saat itu, Bima juga mencicipi makanan untuk 1.020 warga yang dimasak di Posko Cipaku. Menu saat itu nasi, mie, telur, abon, ayam dan lain sebagainya.

Dihadapan para korban, Bima mengatakan, dapur umun tersebut akan beroperasi sampai situasi membaik.

Selain logistik, Pemkot Bogor dibantu pihak Universitas Indonesia (UI) tengah berupaya untuk memulihkan trauma untuk para korban, khususnya anak-anak.

Ada sebanyak 60 orang yang diterjunkan dari UI untuk membantu memulihkan trauma korban bencana.

Sementara itu, menurut Camat Bogor Selatan Sujatmiko, stok pangan untuk kebutuhan warga korban bencana di wilayahnya cukup hingga satu minggu ke depan.

"Stok pangan saat ini cukup untuk satu minggu ke depan, sesuai dengan kedaruratan bencana. Posko terpadu sudah lengkap, ada dapur umum tentunya bisa memfasilitasi warga yang butuh makanan dan kebutuhan lainnya. Untuk menu makanan sendiri terdiri dari nasi, mie, telor, yam dan jenis makanan lainnya,"jelasnya.

Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan bantuan untuk kebutuhan balita dan jompo. Sedangkan, untuk penyalurannya sendiri, lanjut Sujatmiko, dilakukan langsung melalui para koordinator yang tersebar di empat kelurahan terdampak bencana.

Khusus di wilayah Kecamatan Bogor Selatan sendiri terdata total ada sebanyak 1.325 rumah yang rusak akibat bencana angin puting beliung ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana angin puting beliung menerjang Kota Bogor pada Kamis (6/12), sekitar pukul 15.00 wib.

Saat itu, angin kencang disertai hujan dengan intensitas tinggi dan petir. Dampaknya, bukan hanya bangunan atau rumah-rumah tersapu angin. Tapi juga banyak pohon bertumbangan. Terutama yang berada di pinggir-pinggir jalan raya.

Bahkan dari peristiwa pohon tumbang, sedikitnya lima kendaraan roda empat rusak tertimpa pohon-pohon yang ukurannya besar-besar. Satu warga pun meninggal dunia karena mobil Avanza yang dikendarainya tertimpa pohon. (OL-4)

BERITA TERKAIT