Indonesia-Jepang Pererat Kerja Sama Hadapi 2045


Penulis: Yanurisa Ananta - 08 December 2018, 20:19 WIB
ANTARA FOTO/ADV
ANTARA FOTO/ADV

HUBUNGAN diplomasi antara Indonesia dan Jepang memasuki tahun ke-60. Kedua negara berkomitmen mempererat kerjasama di segala bidang. Guna mempersiapkan posisi setara di sisi perekonomian tahun 2045

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan setara dengan Jepang pada 2045. Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia pada tahun itu. Untuk mncapai cita-cita itu, Indonesia akan bekerja sama di segala bidang dengan Jepang.

Hal itu dikatakan Menteri Perancanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam acara High Level Seminar Project 2045 yang diselenggarakan The United Nations Development Programme (UNDP) dan Lembaga Riset Eria (Research Institute for ASEAN and East Asia) di Jakarta, Sabtu (8/12).

"Pada 2045 Indonesia dan Jepang posisinya hampir sama di lima besar ekonomi dunia. Berarti pusat kegiatan ekonomi akan ada di Asia. Disitu lah Indonesia dan Jepang perlu mempererat kerjasama, terutama di bidang industri manufaktur," kata Bambang usai memberi sambutan, Sabtu (8/12).

Selain industri manufaktur, Bambang melanjutkan, Indonesia-Jepang perlu bekerjasama di bidang lingkungan hidup yang mencakup perubahan iklim atau kebencanaan. Pasalnya, Indonesia-Jepang paling rawan terhadap bencana.

Di sisi lain, Jepang sebagai investor di Indonesia masih tetap diperlukan meski Indonesia diproyeksi akan tumbuh pesat di tahun-tahun akan datang. Hal itu perlu dilakukan agar Indonesia bisa keluar dari 'jebakan middle income' lalu beralih ke negara dengan pendapatan tinggi.

"Kita tetap perlu foreign direct investment (FDI) di berbagai hal dan Jepang sebagai investor tradisional tetap dibutuhkan oleh Indonesia," lanjut Bambang.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Massafumi Ishii menjelaskan, Jepang akan tetap maju bersama Indonesia agar bisa diwariskan kepada generasi milenial yang ada saat ini. Terlebih, Jepang-Indonesia memiliki nilai yang sama dalam hal Hak Asasi Manusia (HAM), ekonomi dan pasar bebas.

"Ada tiga target bersama, yakni demokrasi, maritim dan global. Indonesia sudah menjadi yang terdepan di ASEAN. Melakukan langkah konkret adalah lankah kita supaya manfaatnya bisa dinikmati oleh generasi milenial," tuturnya.

Country Director UNDP Indonesia Christophe Bahuet menjelaskan, untuk sampai di posisi yang sama dengan Jepang, Indonesia harus mempersiapkan pendidikan sumber daya manusia (SDM), persiapkan teknologi sekaligus mempersempit kesenjangan antar wilayah ataupun antar gender.

"Kerja sama keduanya merupakan kerja sama jangka panjang. Peran kami adalah untuk memperkenalkan Indonesia lebih jauh lagi kepada negara-negara anggota UNDP," ujarnya.

Indonesia dinilai memiliki bonus demografi yang bermanfaat. Di sisi lain, angka populasi tua juga akan tumbuh 4 kali lipat pada 2045 dari 2010 238 juta oran menjadi 380 juta orang. Meski ada bonus demokrafi, Indonesia dinilai tetap harus mengedukasi masyarakatnya.

Setidaknya ada 10 tantangan yang harus dihadapi pada 2045, yakni mempertahankan demokrasi dan keberagaman masyarakat, memperkuat tatanan internasional berdasarkan keamanan maritim dan hukum, penguatan rantai pasokan regional dan global dan pengembangan infrastruktur. Juga penguatan ekonomi melalui investasi serta pengembangan sumber daya manuusia.

Tantangan lainnya, vitalisasi ekonomi regional, menuju masyaraat berkeadilan, teknologi digital untuk peningkatan kualitas hidup dan realisasi ketahanan nasional terhadap bencana.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM Muhammad Lutfi menambahkan setidaknya ada tiga skenario pertumbuhan ekonomi agar Indonesia bisa berada di lima besar ekonomi dunia. Skenario pertama ketika Indonesia tidak melakukan apapun di posisi 5,1%, maka di 2045 Indonesia akan berada di 6-7 besar dunia dengan pendapatan per kapita USD180 ribu.

Skenario kedua bila Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi 5,6% maka akan masuk 7 besar. baru di tahun 2036 Indonesia bisa keluar dari 'jebakan kelas menengah' dengan pendapatan per kapita USD23 ribu.

"Kita harus tumbuh 6,4% supaya Indonesia bisa tumbuh ke peringkat keempat dengan pendapatan per kapita USD28 ribu. Kalau Indonesia tumbuh di bawah 6,4% maka Indonesia akan menua tanpa mewujudkan potensi kekayaannya." pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT