Kehangatan Semangkuk Ramen


Penulis: Rizky Noor Alam - 09 December 2018, 01:15 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

MEMASUKI musim penghujan, tentunya nikmat menyantap makanan berkuah yang bisa menghangatkan tubuh. Tidak semata memberikan rasa hangat, tapi juga mengenyangkan perut.

Salah satu restoran yang wajib dicoba untuk menghangatkan diri sambil menanti hujan berhenti ialah Ramen Seirock-Ya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Semangkuk ramen penuh dengan cita rasa ini sangat nikmat dan tentunya halal.

Saat berkunjung ke sini, Anda wajib mencoba toripaitan ramen ekstrem. Hidangan itu merupakan ramen favorit dan kreasi dari Seirock-Ya Ramen.

Kuah dari ramen itu terbuat dari tetulangan ayam yang direbus selama 5 jam sehingga menimbulkan rasa gurih dan creamy. Kuah itu berpadu dengan mi tebal bertekstur kenyal. Tidak lupa irisan daging ayam, nori, sawi, dan bawang goreng yang semakin memperkaya ramen itu.

Menariknya dalam seporsi toripaitan ini ada tambahan lemon sehingga Anda bisa menikmati dua rasa berbeda. Rasa gurih dan creamy sebelum diberikan lemon dan ada sedikit sentuhan asam setelah perasan lemon bersatu dalam kuah.

"Toripaitan ramen ekstrem ini terus terang di Jepang jarang, jadi rasanya orisinal dari Seirock-Ya dan rasa itu yang kita perkenalkan. Pakai bawang goreng dan lemon jadi lebih segar, kami sebenarnya ingin pelanggan merasakan 2 rasa yang berbeda, pertama sebelum diperas lemon, dan sesudah diperas lemon," jelas Direktur PT Joypack Foods Indonesia (Ramen Seirock-Ya), Yutaka Mukaida, kepada Media Indonesia pertengahan November.

Tokyo

Ramen lainnya yang wajib Anda coba ialah tokyo ramen yang merupakan tradisonal ramen khas Tokyo. Di Jepang ramen itu dikenal dengan nama chuka soba yang sudah ada sejak 70 tahun lalu.

Berbeda dengan toripaitan ramen ekstrem, tokyo ramen memiliki kuah sup yang lebih bening dan tidak kental. Rahasia dari kuah bening tersebut ialah komposisi ayamnya lebih sedikit. Serta dalam proses pembuatannya dicampur dengan sayuran sehingga kuah ringan, tapi tetap gurih.

Lauk pendampingya sama, yaitu potongan daging ayam yang lembut, sawi, dan daun bawang. Perbedaan lainnya, tokyo ramen menggunakan mi kecil dengan tingkat kematangan yang pas.

"Tokyo ramen adalah ramen tradisional Jepang. Kalau ini memang beda supnya, tapi tetap dari ayam yang perbandingannya lebih sedikit dan dipakai sayuran juga yang direbus bareng dengan sup. Merebusnya sendiri sekitar 5 jam juga. Namun, yang membedakan adalah teknik memasaknya terutama penggunaan apinya," imbuh Mukaida.

 

Terpisah

Satu lagi, ramen yang wajib dicoba ialah tsukemen. Berbeda dengan dua ramen sebelumnya, mi dan kuah ramen disajikan terpisah. Kuah supnya tidak hanya terbuat dari rebusan ayam, tetapi juga dipadukan dengan bumbu-bumbu dari ikan.

Perpaduan itu menghadirkan kuah sup yang tidak hanya gurih, tapi juga asin dengan tekstur kuah sup yang kental. Karena kuah supnya kental dan asin, cara memakannya pun berbeda. Mi dibuat terpisah sehingga harus dicelupkan ke kuah supnya saat ingin dinikmati. Mi yang dipilih ialah mi tebal dengan tingkat kematangan yang pas sehingga tekstur kenyalnya masih terjaga.

"Tsukemen base-nya tetap dari sup ayam, tapi tetap ditambah bumbu-bumbu dari ikan. Karena supnya kental sekali jadi rasanya asin, maka porsi supnya sedikit karena asin sekali. Jadi, cara makannya minya dicelup, sedangkan kalau mau menikmati kuahnya harus ditambah dengan sup yang netral jadi dicampur sehingga tidak terlalu asin," jelas Mukaida.

Jangan khawatir bila Anda ingin mi yang lebih lembek. Anda bisa meminta pelayan untuk menyesuaikan tingkat kematangannya sesuai dengan keinginan Anda.

Dari segi porsi ukurannya cukup besar sehingga semangkuk ramen dari Ramen Seirock-Ya pasti mengenyangkan. Harganya sendiri tergolong terjangkau. Toripaitan ramen ekstrem dijual seharga Rp62 ribu per porsinya, sedangkan tokyo ramen hanya Rp54 ribu per porsinya, dan tsukemen hanya Rp64 ribu.

Puas menikmati aneka ramen tersebut, Anda wajib mencoba hidangan penutupnya, yaitu puding karamel toro-toro. Ada 2 pilihan rasa yang disediakan, yaitu karamel dan mangga. Kedua puding itu bertekstur lembut dan tidak terlalu manis sehingga pas sebagai penetralisasi aneka ramen yang sudah disantap. Harganya pun terjangkau hanya Rp21 ribu. Jadi, siap berramen ria di musim hujan? (M-3)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT