Konjen Bahas Pembelajaran Bahasa di Sekolah Australia


Penulis: Antara - 09 December 2018, 07:10 WIB
Ist
Ist

KONSUL Jenderal RI di Sydney Heru Subolo mengunjungi Sekolah Macarthur Anglican di Cobbity guna membahas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tersebut serta rencana kerja sama pada 2019.

Pernyataan dari KJRI di Sydney yang diterima di Jakarta, Jumat (7/12), menyebutkan bahwa dalam kunjungan tersebut Konjen Subolo didampingi oleh Konsul Hermanus Dimara yang menemui para siswa dan guru sekolah yang terletak sekitar 62 kilometer dari Sydney itu.

Delegasi KJRI disambut oleh kepala sekolah, David Nockles, wakil kepala sekolah, Andrew Kokic, dan lima guru Bahasa Indonesia di Macarthur Anglican School, termasuk Mellisa Gould-Drakeley yang merupakan salah satu sahabat penting Indonesia dan telah mengajar Bahasa Indonesia di sekolah tersebut selama 20 tahun.

"Bahasa Indonesia saat ini menjadi semakin relevan, terutama dengan keputusan kedua pemimpin negara dalam meningkatkan kemitraan Indonesia-Australia menjadi sebuah kemitraan komprehensif strategis," kata Konjen Subolo saat berbincang dengan para guru dan siswa Macarthur Anglican.

Kepada para siswa, konjen menekankan bahwa secara khusus Bahasa Indonesia penting untuk dipelajari karena mereka merupakan duta-duta masa depan Australia.

Konjen juga mengungkapkan apresiasi kepada tiga siswa kelas 12 yang belajar Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran pilihan.

Macarthur Anglican School telah menawarkan kelas Bahasa Indonesia selama 30 tahun. Bahasa Indonesia diajarkan sebagai pelajaran wajib dari masa prasekolah hingga kelas 8 dan dapat diambil sebagai pelajaran pilihan oleh siswa kelas 9 hingga 12.

"Salah satu pertimbangan kami mengajarkan Bahasa Indonesia di Macartur adalah karena kami melihat relevansi memiliki keahlian Bahasa Indonesia, baik di sekolah maupun di luar sekolah," kata Kepala Sekolah Macarthur David Nockles.

Menurut dia, kedekatan geografis antara Indonesia dan Australia membuka peluang bagi Bahasa Indonesia untuk dipelajari oleh siswa di sekolah dan masyarakat pada umumnya.

"Untuk ini kami mendorong para siswa dan orang tua bahwa mengambil Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran pilihan di tahun ke sembilan ke atas akan menguntungkan bagi mereka," kata Nockles.

Bahasa Indonesia merupakan satu-satunya mata pelajaran bahasa asing pilihan di Macarthur. Kepala sekolah, Nockles, menginzinkan kelas itu tetap berlangsung meskipun jumlah siswa di bawah jumlah minimal karena pertimbangan pentingnya Bahasa Indonesia di sekolah yang dipimpinnya tersebut.

Pada 2019, hampir 50 persen dari siswa kelas 9 memilih Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran pilihan utama. Mereka adalah 14 siswa kelas 10, enam siswa kelas 11, dan lima siswa kelas 12. (OL-4)

BERITA TERKAIT