Menkopolhukam: Mathla'ul Anwar Jangan Sampai Disusupi Ideologi Lain


Penulis: Golda Eksa - 08 December 2018, 17:46 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan perbedaan politik merupakan sebuah hal yang wajar. Namun, jika membicarakan cara merawat NKRI dan Pancasila, itu tentu menjadi sesuatu yang tidak boleh ditawar lagi.

"Saya ingatkan jangan sampai dalam organisasi Mathla'ul Anwar ini kesusupan atau punya satu ideologi lain yang bukan Pancasila," ujar Wiranto saat menghadiri Rapat Kerja Nasional 2 Mathla'ul Anwar, di Jakarta, Sabtu (8/12).

Melalui keterangan yang diterima Media Indonesia dari Humas Kemenko Polhukam, Wiranto mengemukakan bahwa tugas yang diemban oleh organisasi Mathla'ul Anwar tidak hanya pendidikan dan dakwah, namun juga bagaimana memberdayakan ekonomi umat.

"Untuk itu harus fokus ke sana. Soal pilihan politik silahkan saja, karena kita memang membebaskan untuk berpolitik pada jalur apapun. Tapi saya sampaikan bahwa jangan sekali-kali di dalamnya kita kesusupan ideologi-ideologi lain kecuali Pancasila," katanya.

Wiranto menegaskan bahwa merawat negeri ini harus dilakukan terus menerus, tidak boleh berhenti. Artinya, jika bisa dilakukan sudah baik maka harus dibuat lebih baik lagi. "Merawat itu kan terus, never ending, sesuatu yang sudah baik, ya dirawat terus supaya lebih baik lagi. Ini bukan diruwat, dirawat. Kalau diruwat itu prihatin, ini dirawat apa yang sudah dapat kita capai sekarang."

Ia berharap semua pihak bersedia merawat warisan dari semangat para pendahulu bangsa, kemudian tokoh-tokoh Islam yang mengedepankan toleransi, kepentingan nasional ketimbang mengedepankan egonya masing-masing.

"Sekarangkan banyak ego-ego yang bermain dalam kegidupan kita sebagai bangsa. Nah, kalau kemudian ego itu yang ke depan, ini kan tidak satu. Egonya disimpan, dikedepankan semangat persatuan, dikedepankan semangat toleransi, dikedepankan semangat untuk bersama-sama membangun negeri ini," ujar dia.

Sekjen Mathla'ul Anwar Oke Setiadi Affendi, mengatakan meski tahun politik, organisasi yang didirikan di Menes, Banten pada 1916 tersebut akan tetap netral dan tidak memihak.

"Tidak ada tradisi di Mathla'ul Anwar untuk dukung mendukung, walau ini tahun politik kita lepas dari itu semua. Kita mengadakan rakernas dalam rangka konsolidasi seluruh pengurus wilayah agar kepengurusan terus berlanjut. Ini tidak ada urusan dengan politik," kata Oke.

Rakernas yang saat ini dipimpin oleh KH Ahmad Syadeli Karim, itu diikuti oleh pengurus wilayah dan pengurus daerah Mathla’ul Anwar se-Indonesia. Tema yang diusung, Revitalisasi Peran dan Kontribusi Mathla'ul Anwar dalam Merawat NKRI, bertujuan untuk melakukan konsolidasi organisasi, termasuk merumuskan dan menyepakati sikap organisasi terkait perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. (OL-4)

BERITA TERKAIT