Jokowi Minta Tidak Reaktif Terhadap Hoaks


Penulis: Rudy Polycarpus - 08 December 2018, 17:26 WIB
ANTARA
ANTARA

DITERPA isu negatif sudah menjadi risiko keluarga ketika Presiden Joko Widodo memutuskan turun ke dunia politik pada 2005 ketika mengikuti Pilkada Wali Kota Solo.

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi mengaku sudah kenyang menghadapi isu negatif yang menerpanya, maupun keluarganya.

Misalnya pada Pilgub DKI Jakarta 2012, Gibran diterpa hoaks yang menyebutnya "anak haram" Jokowi-Iriana.

"Komentar negatif pasti selalu ada ya dari dulu. Saat walikota gubernur sekarang pilpres pasti ada komentar negatif terus. Yang jelas kalau ada komentar negatif, dari keluarga tidak boleh reaktif," ujarnya saat berbincang santai dengan Jokowi dan keluarga di Green Garden Cafe, Kebun Raya Bogor, Sabtu, (8/12).

Kepada masyarakat, pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1987 itu meminta agar tidak reaktif menanggapi fitnah dan hoaks. Pasalnya, hoaks dan fitnah akan semakij viral jika ditanggapi secara reaktif.

"Saya himbau juga kepada teman teman di mana saja kalau ada komentar negatif, fitnah dan hal yang menjurus ke hoaks jangan disebarkan. Jangan terlalu merespon dengan reaktif karena akan membuat berita hoaks itu semakin viral," pesan pengusaha martabak itu.

Bincang santai bersama keluarga Presiden berlangsung santai. Selain Gibran, hadir juga istrinya Selvi Ananda, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Siregar. Terlihat juga Jokowi Jan Ethes dan Sedah Mirah Nasution. Adapun putra bungsu Jokowi Kaesang Pangarep tidak tampak karena harus terbang ke Makassar untuk kepentingan bisnisnya.

Jokowi tampak mengenakan baju kaus putih dibalut jaket hitam dan celana olahraga hitam. Sementara Iriana mengenakan baju kaus hitam dan jaket merah muda.

Sepanjang wawancara, Gibran tampak santai dan banyak mengumbar senyum. Berbeda dengan wawancara pertamanya kepada media pada 2014 kala Jokowi berstatus presiden terpilih. Saat itu, Gibran tidak terlalu ramah dan sewot menanggapi hoaks yang menyebutnya sebagai "anak haram" Jokowi-Iriana.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan hal serupa. Menurut dia, komentar negatif sering kali dituduhkan kepada dirinya dan keluarganya sejak menjabat menjadi Wali Kota Solo. Sehingga ia menilai komentar negatif tersebut merupakan hal yang biasa diterimanya.

"Tentu saja dengan kapasitas yang lebih besar, ininya juga gede, negatifnya banyak, tapi positifnya jauh lebih banyak," kata Jokowi.

Sedangkan, Iriana Jokowi mengaku selalu mendoakan keluarganya dalam menghadapi berbagai komentar negatif dan isu miring yang saat ini sering kali dituduhkan.

"Selalu saya support untuk Pak Jokowi dalam kegiatannya dan selalu berdoa semoga dalam menjalankan tugas amanah ini berjalan dengan lancar," imbuhnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT