Presiden Jalan Pagi Bersama Keluarga


Penulis: Rudy Polycarpus - 08 December 2018, 17:20 WIB
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

PRESIDEN Joko Widodo melewatkan akhir pekan dengan jalan pagi bersama keluarga.

Presiden Jokowi dan keluarga berjalan kaki dari kediamannya di Wisma Dyah Bayurini di Istana Kepresidenan menuju Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12) sekitar pukul 08.50.

Jokowi tampak mengenakan baju kaus putih dibalut jaket hitam dan celana olahraga hitam. Sementara Iriana mengenakan baju kaus hitam dan jaket merah muda.

Dari semua anggota keluarga, hanya Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, yang tidak hadir. Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tampak beserta istrinya, Selvy Ananda.

Putri kedua Jokowi, Kahiyang Ayu, beserta suaminya Bobby Nasution, juga turut berjalan-jalan pagi. Tidak ketinggalan dua cucu Jokowi, Jan Ethes dan Sedah Mirah.

Di sela-sela jalan pagi, Jokowi sempat mengajak Jan Ethes memberi makan ikan, sementara Iriana menggendong Sedah Mirah.

Setelah puas memberi makan ikan, Jokowi dan keluarga lalu memberi makan rusa dengan wortel.

Sepanjang perjalanan menuju Kebun Raya Bogor, mereka terus menyapa warga yang tengah beraktivitas. Sesekali Presiden meladeni masyarakat berswafoto.

Acara jalan pagi diakhiri dengan bincang santai bersama para wartawan peliput agenda kepresidenan yang sudah menunggu di Cafe Green Garden yang berada di tengah-tengah Kebun Raya Bogor.

Momen berkumpul bersama keluarga merupakan kesempatan langka bagi Jokowi di tengah aktivitasnya yang sangat padat.

Apalagi putra-putri mereka juga tinggal di kota berbeda dan sudah memiliki aktivitas masing-masing.

"Sangat sulit sekali karena masing-masing sudah mempunyai pekerjaan sendiri, kesibukan sendiri, kegiatan sendiri. Contoh yang kecil kayak Kaesang, masih kuliah tapi dia sudah bekerja jualan pisang. Sekarang (gerainya) sudah di 54 kota," ujar Presiden.

Kaesang memang tidak bisa hadir dalam kesempatan itu. Kaesang terbang ke Makassar untuk menghadiri pembukaan cabang bisnis kulinernya, Sang Pisang.

"Iya, ini kurang satu. Kaesang ke Makassar, subuh tadi jam setengah lima. Ditahan enggak bisa, sibuk urusan kerjaan," ujarnya menceritakan ketidakhadiran putra bungsunya itu.

Langkanya momen berkumpul membuat Jokowi tidak pernah membahas politik dengan keluarganya. Biasanya, mereka mengisi kebersamaan dengan mengobrol masalah-masalah yang ringan. Terkadang, Jokowi dan Iriana mengajak anak, menantu, dan cucu mereka makan bersama di luar Istana.

Untuk mengobati rasa kangen kepada cucu, Jokowi dan Iriana selalu berusaha menyempatkan diri mengontak cucu mereka menggunakan layanan video call. ”Kalau kebetulan senggang 9 atau 10 malam selalu video call dengan Jan Ethes sebelum dia tidur," ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Dalam kesempatan itu, Presiden dan keluarga memberi kesempatan kepada wartawan untuk bertanya apa saja. Mulai dari respon mereka dengan fitnah yang kerap menyudutkan Jokowi hingga makna keluarga bagi mantan Gubernur Jakarta itu.

"Saya selalu bersyukur diberikan anak-anak yang menurut saya sangat (membuat) bangga. Bersyukur sudah mandiri, ada yang jualan kopi, martabak, pisang goreng. Yang penting mandiri dan tanggung jawab.

Artinya saya sudah gak mikir mereka harus dicarikan pekerjaan apa," ujarnya sembari tersenyum

Sedangkan saat menanggapi fenomena fitnah dan hoaks, keluarga memilih memberikan dukungan dengan tidak melakukan aksi yang reaktif. "Komentar negatif selalu ada dari dulu, zaman wali kota, gubernur, dan sekarang pemilihan presiden yang kedua. Yang jelas, kami dari keluarga tidak reaktif," jelas Gibran.

Ia pun mengajak semua masyarakat untuk tidak terlalu reaktif jika mendengar komentar negatif mengenai Jokowi. Gibran juga berpesan kepada masyarakat, terutama kalangan muda, untuk tidak mudah menyebarkan komentar yang mengarah pada hoaks. (OL-4)

BERITA TERKAIT