Indonesia Terus Berupaya Tingkatkan Nilai Ekspor ke Arab Saudi


Penulis: Andhika Prasetyo - 08 December 2018, 15:30 WIB
ANTARA
ANTARA

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar US$14,02 juta atau setara Rp200 miliar dalam misi dagang ke Arab Saudi sepanjang pekan lalu.

Dalam acara misi dagang itu, diselenggarakan forum bisnis, business matching serta Indonesia Expo 2018.

Minyak sawit dan turunannya, makanan dan minuman, tuna, karoseri bus, alat tulis, domba hidup, kemasan film, fesyen muslim, furnitur, bumbu dan rempah, kopi, kayu gaharu serta aromaterapi merupakan produk-produk yang menjadi primadona dalam perhelatan tersebut.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda, dalam misi dagang itu, membawa serta 90 orang yang merupakan perwakilan dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan pelaku usaha.

“Arahan Presiden sangat jelas untuk melakukan promosi secara sinergis dengan membawa citra positif Indonesia. Untuk itu, Kemendag berupaya meningkatkan akses pasar bersama kementerian, lembaga, dan para pemangku kepentingan lainnya, terutama Konsul Jenderal RI Jeddah” ujar Arlinda melalui keterangan resmi, Sabtu (8/12).

Baca juga: Penerimaan Negara Bisa Picu Kenaikan Peringkat Indonesia

Misi Dagang Jeddah merupakan misi dagang ke-13 sekaligus penutup pada tahun ini. Dengan usainya rangkaian misi dagang, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan nilai perdagangan antarnegara dan memperoleh akses pasar yang lebih luas, terutama ke negara-negara nontradisional.

Arlinda juga mengungkapkan besarnya Jamaah haji dan umroh Indonesia ke Arab Saudi menjadi peluang tersendiri yang besar bagi masuknya produk-produk Indonesia. Salah satu produk yang sangat potensial adalah bus.

"Peluang produk ini terbuka lebar karena permintaan di Arab Saudi sangat besar, terutama untuk kebutuhan jamaah haji dan umroh. Di sana rata-rata bus hanya digunakan 3-4 tahun. Pengusaha Arab Saudi sangat tertarik dengan bus Indonesia karena memiliki keunikan desain yang berbeda dari bus-bus yang ada di Arab Saudi,” jelas Arlinda.

Total perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi pada 2017 mencapai US$4,54 miliar. Jumlah itu terdiri dari nilai ekspor sebesar US$1,37 miliar dan nilai impor US$3,16 miliar. Artinya, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$1,78 miliar yang dipicu tingginya impor migas yang mencapai US$2,35 miliar.

Adapun, sepanjang Januari-September 2018, total perdagangan kedua negara sudah mencapai US$4,42 miliar. Hampir menyentuh angka transaksi sepanjang tahun lalu.

Sepanjang periode tersebut, Indonesia mengekspor produk senilai US$921,69 juta dan nilai impor sebesar US$3,5 miliar. (OL-2)

BERITA TERKAIT