Indonesia Siap Contoh KEK Korsel


Penulis: Andhika Prasetyo - 08 December 2018, 15:15 WIB
ANTARA
ANTARA

DIREKTORAT Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Fasilitasi Ekspor Impor menjajaki peluang kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) untuk memperkuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia.

Penjajakan berlangsung pada 5-7 Desember 2018 di Busan dan Seoul, Korea Selatan, melalui serangkaian pertemuan dan kunjungan ke zona ekonomi bebas (free econonomic zone) atau yang lebih dikenal dengan KEK di Indonesia.

Penjajakan diawali dengan pertemuan antara Delegasi Indonesia dengan Pemerintah Daerah Kota Busan yang mengelola Busan-Jinhae Free Economic Area (BJFEA).

BJFEA merupakan salah satu zona ekonomi bebas terbaik dari tujuh zona yang ada di Korsel.

Ketujuh zona ekonomi khusus tersebut saling terintegrasi dan dikelola tiap-tiap pemerintah daerah Korsel di bawah pengawasan dan koordinasi Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi.

"Sistem itu yang ingin coba kita terapkan di Indonesia agar KEK bisa memiliki kinerja yang lebih optimal ke depannya," ujar Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Olvy Andrianita melalui keterangan resmi, Sabtu (8/12).

Baca juga: Indonesia Buka Peluang Tigkatkan Ekspor Produk Perikanan ke Korsel

Ia pun telah bertemu pihak Otoritas Pelabuhan Busan yang merupakan pelabuhan ke-6 terbesar di dunia.

"Otoritas Pelabuhan Busan tertarik menjalin kerja sama dengan Indonesia. Peluang inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan kinerja pelabuhan di Indonesia. Kami berupaya memberikan informasi fasilitas dan insentif yang dapat diberikan kepada Otoritas Pelabuhan Busan sebagai bentuk keseriusan untuk menjalin kerja sama di antara kedua belah pihak," jelas Olvy.

Adapun Deputy General Director of Planning and General Affairs Departement of BJFEZ, Hwang Jeong-gi menyambut baik penjajakan peluang kerja sama tersebut.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi ekonomi dan perdagangan serta pariwisata dan budaya yang sangat besar. Hal ini didukung dengan letak geografis Indonesia yang strategis dan rentang kepulauan nusantara yang lima kali lebih luas dari Korea Selatan.

Sebagai tindak lanjut, Kepala Indonesia Trade Promotion Center Kusuma Dewi menyatakan akan membawa Otoritas Pelabuhan Busan ke Indonesia untuk melihat kondisi dan membawa masukan terhadap pelabuhan di Tanah Air.

Selain ke Busan, Delegasi Indonesia juga berkunjung ke Incheon Free Economic Zone (IFEZ) di Seoul.

IFEZ merupakan kawasan ekonomi bebas terbaik di Negeri Ginseng. Keunggulan IFEZ terletak pada kemudahan jalur transportasi dengan bandar udara dan pelabuhan laut dalam satu kawasan.

IFEZ juga mengembangkan konsep smart city yang mengintegrasikan kawasan industri dengan kawasan pariwisata, residensial dan pendidikan untuk menarik investor.

Dalam konsep yang dikembangkan, seluruh kawasan dipantau melalui CCTV dan dimonitor dalam satu pusat pengawasan.

Pengembangan setiap kawasan ekonomi bebas di Korsel merupakan program yang diusulkan dan dijalankan tiap-tiap pemerintah daerah.

“Jika hal yang sama bisa diterapkan di Indonesia melalui sinergisitas yang baik antara pemda dan pemerintah pusat, KEK di Indonesia akan semakin maju dan kuat,” kata Olvy.

Sementara itu, Atase Perdagangan Seoul Dwinanto Rumpoko menyampaikan KEK di Indonesia dapat belajar dari pengembangan kawasan ekonomi bebas di Korea Selatan agar dapat menarik lebih banyak investor sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi di Indonesia. (OL-2)

BERITA TERKAIT