Kantin Kejujuran Hanya Sekadar Formalitas


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 08 December 2018, 14:45 WIB
ANTARA/Maulana Surya
ANTARA/Maulana Surya

PROGRAM kantin kejujuran yang telah lama berjalan di sekolah-sekolah di Indonesia dianggap hanya sekadar formalitas. Program bentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai tidak jelas karena berjalan tanpa pendataan serta indikator keberhasilan.

Pengamat pendidikan Iwan Pranoto menyebut program yang dibuat haruslah memiliki data sebagai salah satu variabel evaluasi. Tidak adanya data jumlah kantin kejujuran yang ada di sekolah di seluruh Indonesia menunjukkan ketidakseriusan penggarapan program ini.

"Kalau tidak ada data, lalu indikator lainnya untuk evaluasi apa? Sama saja membuat program hanya sekadar ada, mau berhasil atau tidak urusan nanti. Padahal tidak bisa demikian," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (8/12).

Iwan mengungkapkan Kemendikbud harus segera memperbaiki berjalannya program kantin kejujuran entah mau ditiadakan seluruhnya untuk dibangun kembali dari awal atau diperbaiki sambil terus berjalan.

Baca juga: Kantin Kejujuran SMP Negeri 10 Masih Eksis

Jika ingin tetap ada, pemerintah harus jelas dalam membuat program tersebut serta jelas runutan indikator evaluasinya.

Sebab, meski terlihat sederhana, dampak program kantin kejujuran sangat besar terhadap pembelajaran serta penanaman sikap antikorupsi pada pelajar yang akan menjadi generasi penerus.

Iwan pun mendukung pemerintah untuk tetap meneruskan program ini namun dengan langkah-langkah yang lebih jelas. Selain itu, bentuk penerapannya haruslah mengikuti perkembangan zaman.

"Jika ada yang tutup karena rugi atau apa baiknya bangun lagi. Tapi kali ini harus dilihat bahwa generasi sekarang bukan generasi tulisan atau generasi yang bisa diceramahi. Promosi bisa melalui audio visual. Berikan video tentang kejujuran yang mengena, itu akan lebih mudah diresapi," ujarnya.

Selain itu, guru di sekolah pun harus turut berperan dalam menyosialisasikan kantin kejujuran.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengakui tidak memiliki data pasti jumlah kantin kejujuran di Indonesia.

Ia menengarai dinas pendidikan daerah yang lebih memahami detail program tersebut. Ia juga mengakui tidak mengetahui sejauh mana keberhasilan program kantin kejujuran selama ini.

"Mungkin kadisdik setempat yang tahu," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia.

Namun, ia menegaskan program kantin kejujuran harus terus berjalan serta diawasi agar bisa tetap dipertahankan untuk membangun integritas semenjak dini pada para pelajar. (OL-2)

BERITA TERKAIT