Zawawi Imron: Negara Harus Mampu Sediakan Kemerdekaan Sejati


Penulis:  Putri Anisa Yuliani - 07 December 2018, 20:32 WIB
FOTO ANTARA/Musyawir
FOTO ANTARA/Musyawir

KEMERDEKAAN sejati menjadi dambaan setiap rakyat. Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan tetapi juga bebas dari sikap yang sombong serta bisa bebas dari orang yang bisa merebut kesejahteraan seperti menghindarkan rakyat dari korupsi, suap serta ketidakadilan dan adu domba.

Demikian yang dikemukakan oleh sastrawan D. Zawawi Imron dalam pidato kebudayaannya pada rangkaian agenda Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Jumat (7/12).

Menurutnya, kemerdekaan sejati juga harus menghilangkan berbagai bentuk penjajahan lain seperti pejabat yang merusak birokrasi. Masyarakat yang dihadapkan pada birokrasi yang lamban sama halnya dengan menghadapi penjajahan dalam bentuk sopan.

Demikian halnya dengan kebudayaan, budayawan harusnya bisa mengungkapkan berbagai ekspresi kebudayaan sesuai dengan ide dan kreasinya. Ia pun menegaskan ekspresi kebudayaan tidak dapat dibubarkan terlebih atas nama agama.

"Tidak dibenarkan pembubaran kebudayaan yang mengatasnamakan agama," tegas Zawawi.

Fanatisme di bidang politik maupun agama pun turut tidak dibenarkan. Ia menegaskan dalam hal ini pemerintah juga harus membentuk masyarakat yang memiliki jiwa kebersamaan serta berbudaya.

Membentuk masyarakat yang demikian menjadi sangat penting karena di situlah martabat dan kehormatan bangsa dibangun di tengah percaturan kebudayaan dunia.

Manusia yang tidak mampu memiliki jiwa kebersamaan, toleransi, dan berbudaya itulah yang menurutnya bisa mempermalukan. Oleh karenanya mereka membutuhkan penanganan akal budi. Sehingga hal ini harus menjadi agenda utama agar tidak ada lagi berita yang dapat membuat kemerdekaan tercemar.

"Dengan demikian tidak ada lagi berita kerusuhan atau korupsi. Masing-masing individu harus ikut membangun bangsa," terangnya.

Zawawi pun turut menyentil partai musiman. Menurutnya, partai politik sejati yang peduli adalah yang memiliki kepedulian sepanjang waktu.

"Partai yang peduli bukan hanya bertemu muka lima kali setahun tetapi peduli sejati sepanjang waktu," tukasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT