Bamsoet: FKPPI Lawan Isu PKI Kepada Jokowi


Penulis: Antara - 07 December 2018, 20:29 WIB
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

KETUA DPR RI Bambang Soesatyo mengajak seluruh kader Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) mendukung pemerintahan dan melawan berbagai isu miring yang diarahkan kepada Presiden Joko Widodo terkait dengan isu PKI.

Bambang Soesatyo mengatakan hal itu dalam sambutannya pada pembukaan Jambore Bela Negara FKPPI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, hari ini.

Selain lantaran Presiden Joko Widodo karena merupakan anggota Kehormatan FKPPI, Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, menekankan dukungan terhadap pemerintah merupakan bagian sikap FKPPI menjamin tegaknya NKRI.

"Kami harus terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Majunya kembali Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 merupakan bagian dari perjuangan FKPPI menjamin terus tegaknya NKRI. Mari dukung bersama," kata politikus Partai Golkar ini dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, saat ini Indonesia memang tidak menghadapi ancaman fisik bersenjata dari negara lain. Ancaman yang ada sekarang dikatakannya adalah perang pemikiran serta ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, seperti ancaman liberalisme, kapitalisme, radikalisme, dan terorisme.

"Ancaman yang dihadapi adalah perang modern yang dikenal sebagai proxi-war dengan menggunakan kekuatan-kekuatan dari dalam negeri sendiri. Yang kita hadapi kebebasan tanpa batas, ancaman radikalisme dan terorisme, tindakan intoleransi serta merebaknya politik identitas dalam jagad kehidupan politik kita," kata Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini.

Bamsoet yang menjadi ketua penyelenggara mengungkapkan bahwa seluruh keluarga besar FKPPI merasa bahagia sekaligus bangga karena untuk kesekian kalinya di tengah-tengah kesibukan menjalankan tugas-tugas kenegaraan, Presiden Joko Widodo selalu hadir dalam acara FKPPI. Ini merupakan bukti bahwa beliau cinta kepada FKPPI.    

"Kalau beliau cinta kepada FKPPI, rasanya kurang elok kalau FKPPI tidak cinta kepada beliau. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang mengkait-kaitkan Bapak Jokowi dengan isu PKI, kami wajib membelanya, sanggup?" tanya Bamsoet yang disambut teriakan siap dan gemuruh tepukan tangan para peserta Jambore.    

Acara yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo itu dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain, Menhan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Mensos Agus Gumiwang.

Sebagai ketua penyelenggara, Bamsoet menyebutkan jumlah peserta Jambore Bela Negara FKPPI sekitar 1.350 kader dari seluruh Indonesia.
Mereka akan mendapatkan wawasan tentang ideologi Pancasila beserta ATHG-nya (ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan), wawasan kebangsaan, masalah pertahanan dan keamanan, serta latihan fisik dan keprajuritan.

Usai mengikuti jambore, para peserta akan mempunyai ketahanan ideologi, ketahanan wawasan dan mental serta keterampilan dalam bela negara. "Mereka akan menjadi agen bangsa yang setia terhadap NKRI, menyuburkan perdamaian, dan menguburkan permusuhan," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan sebagai bagian dari "anak kolong", dirinya dan seluruh kader FKPPI sejak kecil sudah diajarkan tentang nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air, cinta persatuan dan kesatuan, serta cinta Pancasila dan NKRI. Bagi FKPPI, Pancasila dan NKRI adalah harga mati.

"Darah kami adalah darah perjuangan. Siapa pun yang ingin berupaya merusak persatuan dan kesatuan bangsa, mengoyak-ngoyak kebinekaan, melawan Pancasila, serta mengancam NKRI, kami akan berada di barisan terdepan untuk melawan mereka," tegas Bamsoet. (OL-4)

BERITA TERKAIT