Isu Gender Penting dalam Penilaian Kota Paling Toleran di Indonesia


Penulis: Rahmatul Fajri - 07 December 2018, 19:55 WIB
Ilustrasi--Thinkstock
Ilustrasi--Thinkstock

DIREKTUR Rumah Kita Bersama, Lies Marcus, mengapresiasi langkah Setara Institut memasukkan isu gender dalam penilaian kota paling toleran di Indonesia. Lies mengatakan isu gender memang menjadi faktor penting dalam menciptakan kota toleran.

Lies juga mengatakan menaruh perhatian pada isu gender berarti telah sesuai dengan regulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang selalu sensitif terhadap isu tersebut. Bagi Lies, isu gender, khususnya menyangkut perempuan, merupakan kebutuhan yang penting dan perlu dipahami bagaimana pentingnya peran perempuan.

"Bagi perempuan kebutuhan untuk diperlakukan adil dan setara sebagai individu, di dalam keluarga, dan masyarakat," kata Lies, Jumat (7/12).

Selain itu, Lies mengatakan isu gender menjadi penting karena berdampak pula pada kesuksesan pembangunan di daerah.

"Sejumlah fakta membuktikan bahwa kota yang toleran dan menaruh perhatian pada isu gender akan membuat indeks pembangunan lebih tinggi," tandas Lies.

Sementara itu, Direktur Setara Institut Hendardi mengatakan isu gender memang menjadi perhatian dan isu penting dalam beberapa waktu terakhir. Maka dari itu, Hendardi mengatakan dalam menilai indeks kota toleran harus dilihat pula bagaimana keramahan menanggapi isu gender, seperti kesetaraan laki-laki dan perempuan.

"Bagian yang kira menjadi penting pada masa sekarang. Gender memang beberapa tahun ke belakang perhatian yang penting, bukan saja di Indonesia, tapi di dunia," kata Hendardi.

Dalam indeks kota paling toleran di Indonesia, Kota Singkawang menempati urutan pertama. Dalam pemaparannya, Setara Institut menilai Singkawang mendapatkan nilai tertinggi dalam variabel yang dijadikan sebagai aspek penilaian, yakni regulasi pemerintah kota, tindakan pejabat terkait, regulasi sosial, demografi agama, dan isu gender.

Adapun peringkat 2 hingga 10 berturut-turut ditempati Salatiga, Pematang Siantar, Manado, Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon, Binjai, dan Surabaya. (OL-1)

 

 

 

BERITA TERKAIT