Penyebar Video Bahar Smith Bisa Dijerat Hukum


Penulis: Dian Ihsan Siregar - 07 December 2018, 19:50 WIB
ANTARA
ANTARA

KEPOLISIAN telah menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka atas perkara penghinaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini, polisi akan mengusut tuntas penyebar video Bahar.

"Tidak menutup kemungkinan nanti akan dilakukan upaya pengembangan terkait siapa yang meng-upload dan menyebarkan kejadian itu di media sosial ataupun message. Undang-undangnya adalah UU ITE," ucap Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Syahar Diantono, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/12).

Menurut dia, penyebar dan pengunggah video Bahar bisa kena jeratan hukum. Meski untuk kasus Bahar, penyidik Direktorat Tindak Pidana Kriminal Umum Bareskrim Polri akan fokus ke arah diskriminasi ras maupun etnis.

"Iya (pengunggah dan penyebar bisa dijerat), Undang-Undangnya mengatur begitu, tapi tidak dengan Bahar. Makanya fokusnya Bahar dulu," jelas Syahar.

Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penghinaan kepada Presiden Joko Widodo. Status tersangka itu ditetapkan usai pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu diperiksa sejak Kamis (6/12) pagi.

"Hasilnya beliau ditetapkan tersangka," ujar kuasa hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar.

Meski telah menyandang status baru, menurut Aziz, kliennya belum ditahan. Pihaknya pun masih akan berdiskusi ihwal penetapan status tersangka Bahar bin Smith.

Aziz juga belum tahu apakah Bahar bin Smith bakal menempuh langkah praperadilan. Hal tersebut masih akan didiskusikan terlebih dahulu.
"Belum didiskusikan," jelas Aziz. (Medcom/OL-1)

 

BERITA TERKAIT