Pemerintah Harus Ciptakan Ekosistem Literasi Digital


Penulis:  Putri Anisa Yuliani - 07 December 2018, 19:10 WIB
MI/MOHAMAD IRFAN
MI/MOHAMAD IRFAN

PEMERINTAH dinilai perlu membangun ekosistem literasi digital. Indonesia sendiri telah mengalami perkembangan era digital yang sangat pesat.

Namun, kebudayaan manusia di dalamnya akan tergerus apabila di dalamnya tidak memiliki literasi yang cukup baik akibat hadirnya budaya dan pengaruh asing hingga ketidaksiapan masyarakat dalam menyesuaikan diri pada era digital saat ini.

"Penting agar pemerintah membangun ekosistem. Misalnya saja memasukkan literasi digital dalam kurikulum sehingga masyarakat bisa tetap belajar dengan baik melalui literasi digital, tetap memiliki budaya," kata peneliti Remotivi yang juga pegiat media sosial, Roy Thaniago, dalam debat publik bertema 'Literasi Digital: Kebudayaan Hari Ini dan Besok' pada rangkaian acara Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (7/12).

Pembangunan ekosistem literasi digital yang baik akan membuat masyarakat mampu menyaring informasi baik sehingga kebutuhan informasi aktual dan akurat menjadi kebutuhan. Hal ini juga berfungsi menangkal hoaks sehingga masyarakat bisa terliterasi dengan baik terkait perkembangan wawasan yang ada di berbagai bidang termasuk politik.

Dalam kesempatan yang sama, pegiat medsos, Shafiq Pontoh, sependapat dengan Roy. Ide memasukkan literasi digital kepada generasi yang akan datang melalui kurikulum pembelajaran juga sekaligus untuk menyediakan potensi-potensi bakar di bidang media serta digital di masa yang akan datang. Selain Indonesia tidak kekurangan tenaga ahli, nantinya generasi muda Indonesia juga mampu bersaing dengan bangsa lain.

"Contohnya ada pekerjaan yang sebetulnya sederhana tapi sangat penting dan tumbuh subur permintaannya di era media sekarang yakni admin media sosial. Sangat minim stoknya karena meskipun semua orang punya media sosial tapi belum tentu mampu mengelola dengan baik sehingga bisa menjadikannya pasar bagi perusahaan," ungkapnya.

Shafiq pun menyetujui bahwa literasi digital dapat menangkal berita palsu atau hoaks yang beredar. Adanya literasi digital memungkinkan masyarakat dapat mencari tahu kebenaran dari sebuah informasi terutama soal politik.

"Seperti ada anggapan hoax yang membangun. Menurut saya tidak ada yang namanya hoaks membangun. Hoaks tetaplah hoaks, apa pun motifnya ia adalah berita palsu yang dapat menyesatkan," tegasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT