Presiden: Bela Negara dan Cinta Tanah Air Butuh Tindakan Konkret


Penulis: Rudy Polycarpus - 07 December 2018, 18:20 WIB
ANTARA/PUSPA PERWITASARI
ANTARA/PUSPA PERWITASARI

BELA negara dan cinta kepada Tanah Air membutuhkan aksi nyata, bukan semata mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya. Pasalnya, di tengah maraknya infiltrasi ideologi negara asing, seluruh elemen bangsa harus memperkuat nilai-nilai karakter bangsa sesuai dengan Pancasila.

"Jangan beri ruang ideologi lain yang menggeser Pancasila yang pada akhirnya mengoyak NKRI dan merah putih. Tugas saudara membela negara tidak mudah. Tidak cukup kumpulkan massa, tapi kerja nyata," pesan Presiden Joko Widodo saat membuka acara jambore bela negara Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Jumat (7/12).

Baca juga: Jokowi Prihatin, 9 Juta Orang Termakan Fitnah PKI

Beragam cara bisa dilakukan guna mengimplementasikan aksi bela negara. Misalnya, sebut Presiden, seorang insinyur mengabdikan ilmunya dengan membangun infrastruktur hingga ke pelosok-pelosok daerah guna mewujudkan Indonesia sentris. Demikian pula seorang dokter yang mendedikasikan ilmunya bagi masyarakat di daerah terpencil yang masih minim tenaga dan fasilitas kesehatan. "Juga bisa jadi pengusaha, sociopreneur. Bela negara bisa dilakukan jadi pribadi terbaik dan berkarakter," tandasnya.

Kepada 1000 anggota FKPPI yang hadir, Kepala Negara juga berpesan agar senantiasa meletakkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Khususnya di tahun politik, perbedaan pendapat jangan sampai mengoyak nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

"Di negara Pancasila, keragaman jadi sumber keragaman, bukan perpecahan. Negara kita berbeda suku, adat, agama, tradisi, bahasa daerah. Di negara Pancasila, kepentingan negara harus diletakkan di atas kepentingan pribadi," tegasnya.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo. (OL-6)

BERITA TERKAIT