Anies Sebut Angka Tarif Parkir di Atas Rp50 Ribu Spekulatif


Penulis:  Ferdian Ananda Majni - 07 December 2018, 17:45 WIB
 ANTARA FOTO/Muhammad
ANTARA FOTO/Muhammad

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kajian penetapan tarif layanan parkir belum selesai. Bahkan ia menilai harga yang dimunculkan mengundang spekulasi publik.

"Terlalu spekulatif angka yang dimunculkan, memang bagus sih clickbait, yaitu Rp50.000 per jam," kata Anies, di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Anies mengingatkan pihak yang melontarkan wacana tarif itu agar tidak melakukan penyebaran informasi yang belum valid dan akurat. "Nantinya akan saya tegur, pada bagi-bagi informasi yang belum matang. Kenapa? hanya menimbulkan kegelisahan, memang menimbulkan percakapan," sebutnya.

Dia menjelaskan, informasi yang belum layak disampaikan kepada publik tentunya akan menimbulkan pro dan kontra. Kebijakan harus terlebih dahulu dipersiapkan dengan matang sebelum diluncurkan ke masyarakat.

"Kami ingin ini dimantangkan dulu studinya, ada ability to pay, willingness to pay, kemudian ada penyiapan infrastrukturnya, konsekuensi seperti apa, baru nantinya dibicarakan satuan tentang itu macam-macam," paparnya.

Oleh karena itu, mekanisme akan dibahas lebih lanjut baik sistem parkir berbayar per jam, harian, hingga langganan. Tentunya, kata Anies, itu perlu waktu dan proses yang masih dilakukan kajian.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan berencana menaikkan tarif layanan parkir per Januari 2019. Lapangan parkir Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI) Monumen Nasional (Monas) menjadi lokasi uji coba penerapan parkir tersebut. Selanjutnya diterapkan di sejumlah lokasi parkir lainnya.

Dinas Pehubungan DKI Jakarta tengah mengkaji besaran kenaikan tarif parkir. Salah satu yang dipertimbangkan adalah tarif parkir untuk kendaran roda dua di kawasan Sudirman-Thamrin yang mencapai Rp54 ribu per jam, sedangkan untuk roda empat Rp69 ribu perjam.

Kebijakan kenaikan tarif parkir hanya akan diterapkan pada jalur-jalur yang sudah tersedia transportasi massal, seperti bus Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT) dan Jak Lingko. Penerapan tarif di atas Rp50 ribu per jam memerlukan revisi peraturan gubernur.  
 
Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 Tahun 2007 tentang pola transportasi makro yang berarti parkir menjadi suatu strategi dari manajemen pengendalian lalu lintas. Tarif parkir di DKI Jakarta berdasarkan Pergub itu berkisar Rp5.000 sampai Rp12 ribu per jam. (A-2)

Berita terkait:

BERITA TERKAIT