Camat Pondok Gede Jadi Tahanan Kota


Penulis: Gana Buana - 07 December 2018, 16:28 WIB
Ist
Ist

CAMAT Pondok Gede, Mardani, saat ini berstatus sebagai tahanan kota. Salah satu pejabat wilayah di Kota Bekasi ini diduga tersandung tindak pidana kasus pemalsuan akte tanah di wilayah setempat.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Bekasi, Wahyudin, menyampaikan seluruh berkas pemeriksaan kasus yang melilit Mardani telah lengkap. Bahkan kini kasus tersebut sepenuhnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi.

“Satatus Mardani sudah resmi sebagai tersangka. Namun masih menunggu proses di pengadilan. Saat ini sudah P21 dan hari Kamis kemarin (29/11) sudah diserahkan berkas berikut orangnya,” jelas Wahyudin, Jumat (7/12).

Baca juga: Mendagri: Camat Harus Dioptimalkan dan Diberdayakan

Menurut Wahyudin, proses penahanan Mardani belum dilakukan. Pasalnya, pihak penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan atas dasar yang bersangkutan dinilai tidak mungkin melarikan diri.

“Karena berdasarkan KUH Pidana pasal 21, seseorang itu bisa ditahan karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan terakhir melakukan perbuatan kembali,” kata Wahyudin.

Tidak ditahannya Camat Pondok Gede ini, kata Wahyudin, lantaran yang bersangkutan masih memiliki tanggung jawab sebagai Camat. Apalagi tenaganya saat ini masih dibutuhkan dalam rangka pelayanan masyarakat. Atas dasar itulah, penyidik mengabulkan permohonan penagguhan penahanan. Sehingga saat ini status Mardani adalah tahanan kota.

“Selanjutnya, proses penangannan kasus tersebut tinggal menunggu jadwal persidangan yang akan ditentukan oleh Penuntut Umum,” lanjut dia.

Berdasarkan data yang diperoleh, Camat Pondokgede, Kota Bekasi, Mardani ditetapkan sebagai  tersangka kasus dugaan pembuatan akte palsu. Penetapan itu sesuai dengan  laporan polisi nomor LP/2150/K/XI/2017/SPKT/Resto Bks Kota, tanggal 24 November 2017 atas laporan Yusuf Riza.

Selain Mardani, staf Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kecamatan Pondok Gede Abdul Rochim juga turut ditetapkan tersangka oleh penyidik satuan Reserse Harta dan Barang (Harbang) Polres Metro Kota Bekasi.

Penetapan tersangka itu dibenarkan Kasubag Humas Polrestro Kota Bekasi Kompol Erna Ruswing. Menurut dia, penetapan tersangka terhadap Mardanih dilakukan penyidik Harbang tanggal (13/8). “Benar mereka berdua sudah ditetapkan tersangkan oleh penyidik Harbang dalam perkara dugaan pembuatan akta palsu,” kata Erna.

Atas perbuatannya, Camat Pondok Gede, Mardani bakal dijerat dengan pasal 264 KUHP ayat 1 tentang pemalsuan surat akta otentik. Jika terbukti bersalah yang bersangkutan terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara. (OL-6)

BERITA TERKAIT