Nyanyian Kesetiaan Dipelajari Sejak Usia Dini


Penulis: Tesa Oktiana Surbakti - 07 December 2018, 15:30 WIB
AFP
AFP

DENGAN mengenakan kostum berwarna cerah ditambah riasan wajah, kian mempercantik senyuman anak-anak taman kanak-kanak (TK) Kota Sinuiju. Pertunjukan seni selama satu jam ditutup dengan nyanyian khusus berjudul "We Cannot Live Without You, Father", untuk Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Lantunan "The Voice of My Heart" juga dinyanyikan anak-anak berusia 5-6 tahun. Suara khas mereka menyentuh peserta Partai Buruh Korea, yang telah menjadi partai berkuasa sejak 1948. Pertunjukan seni yang luar biasa, diwarnai nyanyian pemain sepak bola perempuan dan tabuhan gendang anak laki-laki berompi biru, terselip berbagai pesan politik. Misalnya dalam lagu berjudul "We have Nothing to Envy" dan "Our Country is the Best".

Baca juga: Sean Penn Buat Film Dokumenter Pembunuhan Khashoggi

Sejak usia dini, anak-anak Korea Utara ditanamkan pemahaman untuk menghormati para pemimpin negeri. Sebuah mural yang menggambarkan potret pendiri bangsa, Kim II Sung, beserta penerusnya Kim Jong Il, dikelilingi anak-anak kecil, terlihat di pintu masuk TK di Kota Sinuiju, wilayah perbatasan dengan Tiongkok.

Baik Kim Il Sung maupun Kim Jong Il, dipandang sebagai pemimpin besar. Potret mereka bahkan terpasang di dinding hunian warga, ruangan kelas dan kantor pemerintah. Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara saat ini, merupakan generasi ketiga dari keluarga pendiri bangsa.

"Dari usia muda, kami mendidik anak-anak untuk mengetahui siapa pemimpin besar di Korea Utara. Lalu, siapa pemimpin tertinggi saat ini. Terpenting, anak-anak menghormati partai, pemimpin dan bangsa. Itu modal penting mengenai kesetiaan," ujar Kepala Sekolah TK Sinuiju, Kang Sun Hui.

TK Sinuiju merupakan tempat yang mengajarkan seni, kaligrafi dan musik, dengan disiplin tinggi, kepada anak-anak usia dini. Setelah anak-anak Korea Utara menduduki bangku sekolah, pendidikan revolusioner menjadi komponen penting dalam kurikulum. Di masa kecil, pendidikan tersebut dipejalari sekitar dua jam setiap pekan. Jelang akhir tahun sekolah, durasi pembelajaran terkait pendidikan revolusioner ditingkatkan menjadi lima kali dalam seminggu.

Dari 750 anak-anak kecil yang menempuh pendidikan TK, sebanyak 39 orang dipilih untuk ambil bagian dalam pertunjukan seni tahunan. Mereka menjalani pelatihan intensif selama sebulan di Pyongyang. Kim Jong-Un bahkan pernah mengajak Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, melihat pertunjukan yang disuguhkan anak-anak kecil.

"Anak-anak sangat senang ketika tahu Pemimpin Kim menyaksikan penampilan mereka. Saking senangnya, mereka sampai menangis. Mereka kemudian berkata "Aku melihat ayah kami, Pemimpin Tertinggi," tutur Kang.(AFP/OL-6)

BERITA TERKAIT