Presiden Dorong Anak Muda Raih Peluang di Sektor Ekonomi Digital


Penulis: Rudy Polycarpus - 07 December 2018, 15:06 WIB
ANTARA
ANTARA

KENDATI revolusi industri keempat membawa perubahan dunia yang sangat cepat, peluang-peluang tetap terbuka. Anak-anak muda dengan kreativitas dan kemampuan beradaptasi tinggi akan mampu meraih peluang. Namun, diperlukan ide, tujuan, keberanian mengambil risiko, evaluasi, serta fokus pada usaha.

"Inilah terbukanya kesempatan bagi yang kecil untuk mencuri kesempatan dalam situasi seperti ini. Kesempatan bagi anak-anak muda yang kreatif yang inovatif untuk menyalip di tikungan. Siapa yang bisa merespons secara cepat, dia yang akan mendapat keuntungan," ujar Presiden Joko Widodo di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (7/12).

Baca juga: Jokowi Tantang Pelaku Startup

Ia mencatat pertumbuhan startup digital sangat pesat. Berdasarkan catatannya, ekonomi digital berkontribusi 7,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2017. Menurut Jokowi, capaian ini baik mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,1% pada tahun lalu.Sejalan dengan hal itu, ia optimistis perkembangan startup digital berdampak positif juga ke perekonomian rakyat atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Oleh karena itu, ia meminta para pelaku usaha ekonomi digital menggandeng sektor UMKM. Akan tetapi, produk-produk itu terkendala dengan pemasaran yang belum maksimal. Ia berharap anak-anak muda ikut turun tangan memaksimalkannya, yakni dengan membuat brand serta kemasan yang baik.

Kolaborasi sektor online dan offline, menurutnya dapat menambah percepatan perekonomian. "Saat ini data yang diterima ada 62 juta usaha mikro dan kecil yang ada di kampung-kampung. Jangan hanya bertumpu kepada onlinenya saja, offlinenya ini ada persoalan yang juga harus dicarikan solusi, dicarikan jalan keluar. Saya ingin, kita semuanya agar banyak rintisan-rintisan eksportir kecil-kecil, yang bisa merambah global marketplace," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara memperkirakan bahwa kontribusi ekonomi digital bisa mencapai 11% terhadap PDB Indonesia atau sekitar US$ 130 miliar pada 2020. "Karena saat itu perkiraan PDB Indonesia sekitar US$ 1,2 triliun," ujar dia.

Adapun pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi energi digital Asia pada 2020. Sejalan dengan hal itu, pemerintah membidik adanya 1.000 startup hingga 2020 dengan valuasi mencapai US$ 10 Miliar. (OL-6)

BERITA TERKAIT