Lumine Hadirkan Tren Gaya Hidup Tokyo Terkini di Jakarta


Penulis: Fetry Wuryasti - 07 December 2018, 14:45 WIB
MI/Ramdani
MI/Ramdani

PUSAT Perbelanjaan asal Jepang, Lumine, baru saja dibuka di Indonesia, dengan sasaran target pasar kaum milenial dan pekerja muda Jakarta. Mereka hadir dengan membawakan gaya hidup yang sedang menjadi trend di Tokyo.

Director & Advisor Lumine Co Ltd Yoshiaki Arai mengatakan interaksi budaya seperti ini menjadi hal yang diperlukan untuk menjaga hubungan antara kedua negara.

"Melalui pembukaan store Lumine di Jakarta, kami membawakan gaya hidup yang sedang in di Tokyo untuk orang-orang di Jakarta. Berisi 20 brand baru untuk konsumen Indonesia, berupa busana pria dan wanita, serta menyediakan groceries dan cafe," ujar Arai, pada saat pembukaan, di Plaza Indonesia , Jakarta, Jumat (7/12).

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, Utusan khusus perdagangan Indonesia ke Jepang Rachmat Gobel, Komisaris Utama Medcom.id Reino Barack, pengusaha Rosano Barack, dan Wakil Dubes Jepang Keiichi Ono.

Rachmat Gobel memperkenalkan tren fesyen Jepang ini bisa menyatukan budaya Idonesia dengan Jepang. Indonesia, kata dia, juga akan memberdayakan UMKM dengan bantuan Jepang dan memberikan nilai tambah dalam segi desainer dan fesyen.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia merupakan bagian dari perdagangan global. Oleh sebab itu, merek-merek luar bisa tutur berkiprah di Indonesia.

"Kalau bicara soal global supply chain tetapi kita tidak mengundang brand luar untuk masuk ke dalam negara dan industri kita, global supply chain tidak akan terjadi dan pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai," ujar Mendag.

Indonesia juga harus mempersiapkan pelatihan bagi penjahit dan UMKM yang akan menjadi bagian dari Lumine. "Ada perwakilan dari asosiasi desainer yang juga akan berkolaborasi, dan menjadi mendampingi UMKM," imbuh Enggartiasto.

Desain dan produk akan disesuaikan dengan keinginan pasar. Sehingga melalui Lumine juga produk UMKM bisa dipasarkan ke luar negeri. Lumine, kata Mendag, berkomitmen juga untuk membantu mentutorkan agar pengemasan dan kualitas produksi UMKM bisa sesuai standar pasar internasional.

"Asosiasi akan siapkan pelatihan dan pendidikan. Jangan takut dengan merek luar. Diplomasi tidak melulu politik saja tapi sudah masuk ke ekonomi. Lumine Jepang transaksi per tahunnya US$1 miliar termasuk dari turis Indonesia yang datang ke sana. Nah sekarang belinya di Indonesia saja biar uangnya tidak ke luar negeri," tandas pria yang akrab disapa Enggar itu. (A-2)

BERITA TERKAIT