Jokowi Minta ICMI Berperan Aktif


Penulis: Eva Pardiana - 07 December 2018, 09:35 WIB
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

LAMPUNG menjadi tuan rumah Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) 2018 dan Milad Ke-28 Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Acara tersebut digelar di Mahligai Agung, Universitas Bandar Lampung, kemarin.

Silaknas bertema Membangun sumber daya insani yang berkualitas dan bermartabat melalui peningkatan akonomi yang adil makmur dan mandiri itu dibuka Presiden Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Presiden menyebut ICMI ialah organisasi yang beranggotakan para intelektual yang tidak hanya memegang teguh nilai-nilai keislaman, tapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, ia meminta ICMI terlibat dalam memecahkan masalah-masalah perekomian yang dihadapi Indonesia.

"Kalau masalah ringan, saya bisa pecahkan sendiri. Yang berat ini harus kita pecahkan sama-sama," kata Jokowi.

Masalah besar ekonomi di Indonesia yang telah lama terjadi dan kerap menghambat laju pertumbuhan ialah defisit transaksi berjalan.

"Kita mengekspor bauksit dengan harga US$35 per ton, tapi tiap tahun mengimpor aluminium yang merupakan produk hilir bauksit. Kalau sejak dulu kita mampu memproduksi bauksit, kita bisa menikmati nilai tambahnya," ujarnya

"Selain itu, batu bara kita produksi tiap tahun 480 juta ton. Puluhan ton dipakai PLN. Sekitar 400 juta ton kita ekspor. Dengan hilirisasi industri batu bara, kita bisa produksi elpiji, avtur, solar. Tapi kita impor elpiji 4 juta ton. Padahal, kita punya bahan mentahnya," imbuh Jokowi.

Toleran dan damai

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan ICMI hadir untuk menyebarluaskan Islam yang toleran dan damai serta menyumbangkan pemikiran demi kemajuan bangsa.

Ia menyebut kekayaan sumber daya manusia yang di-sertai kualitas yang mumpuni menjadi kekuatan yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju.

"SDM yang banyak dan berkualitas juga tidak cukup. Kita harus hidup rukun, bersatu, dan bersinergi positif, jangan menebar kebencian karena kita sudah sepakat hidup dalam masyarakat majemuk," tukasnya.

Sejumlah tokoh diundang dalam acara itu. Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno juga dijadwalkan hadir dan menjadi narasumber.

Tim gabungan TNI-AD, AL, dan AU menurunkan 1.410 personel guna mengamankan kunjungan Presiden dan Wakil Presiden pada pembukaan dan penutupan Silaknas.

"Kami dari Korem 043/Garuda Hitam Lampung melibatkan 1.410 personel untuk berjaga di setiap lokasi kegiatan Presiden dan Wakil Presiden," ujar Kasi Ops Korem 043/Gatam Letkol Arh Faris Kurniawan.

Ia mengatakan gabungan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden dibagi menjadi tiga ring. Untuk ring satu merupakan kewenangan Paspampres, sedangkan ring dua dan tiga kewenangan Korem 043/Gatam.

"Untuk ring dua termasuk pengamanan tertutup maupun terbuka tanpa senjata. Untuk ring tiga pengamanan terbuka dengan persenjataan lengkap, termasuk adanya sniper. Untuk sniper diturunkan 12 orang yang terbagi dalam tiga ring. Setiap ring empat sniper," jelasnya.

Dia menambahkan, berkaitan kehadiran capres-cawapres Prabowo-Sandi dalam acara tersebut, pengamanannya bukan kewenangan Korem 043/Gatam. Pengamanan keduanya merupakan tanggung jawab pihak kepolisian. (Ant/P-2)

BERITA TERKAIT